RM.id Rakyat Merdeka - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) melanjutkan pertumbuhan secara berkelanjutan.
Di usia ke-16 tahun per 23 Oktober 2024 ini, Mitratel saat ini bertransformasi menjadi penyedia infrastruktur digital terbesar di Asia Tenggara.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, terhitung sejak Oktober 2008, Mitratel telah berkembang sangat pesat.
Dari perusahaan yang awalnya hanya membangun jaringan telekomunikasi berbasis telepon (PSTN), Mitratel kini
“Perubahan bisnis model yang dilakukan secara konsisten dan penuh kehati-hatian itu, agar selalu relevan dengan kebutuhan pelaku di industri telekomunikasi, berhasil membawa perseroan ke level yang jauh lebih tinggi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (24/10/2024).
Pria yang akrab disapa Teddy ini menuturkan, melalui berbagai fase dan melewati banyak tantangan agar tetap tumbuh dan berkembang bersama industri telekomunikasi.
“Tak hanya sekadar bisnis, kami harus mampu menjadi garda terdepan dalam pemerataan akses telekomunikasi dan kami bersyukur berhasil menjawab tantangan tersebut,” ucapnya.
Teddy membeberkan, perkembangan bisnis Mitratel ditandai dengan perseroan yang semakin agresif membangun jaringan menara di seluruh Indonesia. Termasuk di daerah terpencil dan terluar yang saat itu belum mendapatkan akses telekomunikasi secara memadai.
Pada kurun waktu yang sama, manajemen aktif melakukan akuisisi dan memainkan peran penting sebagai konsolidator di industri telekomunikasi.
Baca juga : Pembangunan Infrastruktur Dongkrak Perekonomian-Kesejahteraan Masyarakat
Menurutnya, agresivitas membangun jaringan dan serangkaian akuisisi aset menara, serta fiber menjadikan Mitratel menjelma menjadi digital infraco terbesar di Indonesia dan regional.
Dengan perkembangan bisnis yang pesat itu, Mitratel kini tidak sekadar dikenal sebagai entitas penyuplai kebutuhan TelkomGroup, juga telah berevolusi menjadi mitra strategis para pelaku industri operator telekomunikasi (MNO).
Peran Mitratel terasa makin penting dan bernilai strategis bagi pelaku industri yang agresif berekspansi ke luar Pulau Jawa.
“Kami menjadi pionir di banyak daerah yang dulunya belum berkembang pesat seperti saat ini,” ucap Teddy.
Strategi babat alas untuk pemerataan akses telekomunikasi di penjuru negeri sambung Teddy, ternyata membawa berkah luar biasa bagi Mitratel.
“Kami memanen apa yang telah kami tanam sejak jauh hari,” terangnya.
Selain berevolusi di model bisnis, Mitratel juga melakukan lompatan penting ketika memutuskan menjadi perusahaan publik.
Pelaksanaan Initial Public Offering (IPO) merupakan salah satu peristiwa bersejarah sekaligus pencapaian penting bagi perseroan, dan inkslusifitas perusahaan publik, penerapan good corporate governance (GCG) semakin baik dan terus dipacu untuk memberikan nilai tambah bagi seluruh shareholders.
“Di sisi lain, kami tetap menjalankan fungsi agregator pemerintah dalam memacu pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Tanah Air,” tuturnya.
Baca juga : Investasi Rp 4 Triliun, Pabrik Kaca Terbesar Di Asia Tenggara Ada Di Batang
Mitratel melaksanakan IPO pada November 2021 dengan melepas 23,49 miliar saham. Perseroan sukses meraup dana Rp 18,79 triliun dan menjadi salah satu IPO terbesar pada tahun tersebut.
Mitratel berhasil membukukan kenaikan laba bersih secara konsisten. Pada semester I-2024, perseroan membukukan pendapatan Rp 4,45 triliun, tumbuh 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy). EBITDA tercatat Rp 3,69 triliun, tumbuh 10,2 persen.
Dari sisi laba bersih mencapai Rp 1,06 triliun, naik 4,1 persen. Dari sisi operasional juga terus meningkat. Mitratel mencatat tambahan 567 menara baru sehingga total menjadi 38.581 menara.
Kenaikan jumlah menara disertai tambahan 1.189 penyewa baru atau 7,1 persen, sehingga total mencapai 58.598 penyewa.
Berdasarkan rollout 3 operator terbesar tahun 2024 ytd (year to date) pada semester I-2024 pada 3 Telco Provider (operator telko) terbesar di Indonesia, Mitratel menguasai 54 persennya.
Pencapaian ini semakin memperkuat posisi pangsa pasar Mitratel dengan dominasi sebesar 54 persen di bisnis penyewaan menara.
Sementara bisnis fiber berhasil tumbuh impresif sebesar 37,9 persen dari 27.269 kilometer (km) menjadi 37.602 km pada akhir Juni 2024. Dari 38.581 menara, sebanyak 15.974 menara atau setara 41 persen berlokasi di pulau jawa.
Sementara 22.607 menara sisanya, atau setara 59 persen, berada di luar Pulau Jawa. Teddy mengatakan, kondisi ini menjadi nilai tambah Mitratel mengingat industri telekomunikasi tengah menggencarkan ekspansi ke sejumlah daerah yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Selain meraih pertumbuhan kinerja, sebagai perusahaan publik, pihaknya juga tidak pernah absen membagikan keuntungan dalam bentuk dividen.
Baca juga : Didukung Transformasi Digital, BNI Torehkan Pertumbuhan Aset Signifikan dalam 5 Tahun
“Melalui dividen ini, kami bukan hanya memberikan nilai tambah untuk investor (shareholders value) juga ikut berkontribusi secara tidak langsung dalam menambah pundi pundi penerimaan negara,” ungkap Teddy.
Terhitung sejak Mitratel melaksanakan IPO hingga 2023, MTEL telah membagikan dividen senilai Rp 2,733 triliun (total selama tiga tahun).
Setelah memperkuat sisi fundamental dan penguatan bisnis model, fokus manajemen ke depan adalah menciptakan berbagai inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan para pelanggan.
Terutama adopsi teknologi terkini di semua lini bisnis, mulai dari digitalisasi pelayanan ke para mitra bisnis melalui aplikasi Oneflux, antena sharing hingga mengembangkan teknologi flying tower system.
Mitratel juga menerapkan konsep green tower sebagai komitmen perseroan dalam mencapai target netral karbon (net zero emission).
Pihaknya meyakini, bisnis yang baik bukan hanya bisa bertumbuh secara kinerja keuangan, juga harus berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan.
“Kami sangat fokus di sini dan mengerahkan semua kemampuan untuk memastikan target ini tercapai,” pungkas Teddy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.