BREAKING NEWS
 

Mobile Banking Wondr by BNI Capai 17,9 Juta User

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 26 Oktober 2024 18:21 WIB
Mobile banking wondr by BNI mengalami pertumbuhan yang signifikan. (Foto: Ilustrasi BNI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat sejumlah kenaikan transaksi pada layanan digital banking perusahaan.

Untuk segmen ritel, aplikasi terbaru mobile banking wondr by BNI mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Jumlah pengguna layanan BNI Mobile Banking dan wondr by BNI, meningkat 14,8 persen year on year (yoy) menjadi 17,9 juta pengguna.

“Penguatan digital banking ini menjadikan operasional layanan BNI semakin efisien dan efektif,” kata Putrama, Sabtu (26/10/2024).

Sementara itu, nilai transaksi melalui BNIdirect meningkat 15,3 persen yoy menjadi Rp 5.743 triliun, dengan jumlah transaksi naik 28,6 persen yoy mencapai 878 juta transaksi di akhir kuartal III-2024.

New BNIdirect pada 9 Oktober 2024, setelah sebelumnya pada 5 Juli 2024 BNI meluncurkan aplikasi perbankan digital terbarunya wondr by BNI.

Wakil Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menuturkan, BNI menyediakan BNIdirect untuk memenuhi kebutuhan pelayanan segmen wholesake banking yang memfasilitasi transaksi bisnis nasabah dan debitur bisnis secara digital.

Baca juga : Unjuk Inovasi Di Jepang, Industri RI Raup Kerja Sama 10 Juta Dolar AS

Fitur terbaru single sign on untuk BNIdirect memungkinkan nasabah mengakses berbagai layanan perbankan segmen bisnis melalui satu platform terintegrasi.

Secara total, transaksi digital banking juga tumbuh signifikan, mencapai 1,04 miliar transaksi atau naik 40,9 persen , dengan nilai transaksi yang meningkat 26,2 persen yoy menjadi Rp 1.104 triliun.

Hal ini menunjukkan bahwa solusi perbankan digital BNI dapat memenuhi berbagai kebutuhan nasabah dengan baik.

Meskipun baru berjalan kurang dari tiga bulan, wondr by BNI sudah menunjukkan pertumbuhan yang menarik.

“Sebanyak 70 persen dari nasabah tabungan BNI dikontribusikan oleh nasabah pengguna wondr by BNI. Pengguna aktif yang melakukan transaksi di platform ini mencapai 50 persen yoy," ujar Putrama.

Adsense

Kedua layanan digital tersebut turut mendukung produk unggulan BNI lainnya yaitu Xpora.

Produk ini merupakan solusi yang menawarkan pelayanan digital kepada para pelaku UKM berorientasi ekspor yang ingin meningkatkan kapasitas bisnis hingga memperluas pasar.

Baca juga : Sejak Diluncurkan, wondr by BNI Catat 2 Juta Unduhan, Jadi Game Changer di Industri Perbankan

Adapun total kredit untuk nasabah ekspor hingga September 2024 mencapai Rp 31 triliun dari Rp 19,1 triliun pada Desember 2021 dengan CAGR 19,2 persen. Total nasabah yang sudah terlayani mencapai 44.000 UKM.

“Sektor manufaktur dan perdagangan dari bidang perikanan, produksi kayu, tekstil dan kerajinan tangan, mendominasi bisnis di Xpora,” jelasnya.

Keuangan Berkelanjutan

Di kesempatan yang sama, Direktur Risk Management BNI David Pirzada menegaskan, keberlanjutan telah menjadi inti dari bisnis BNI.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BNI telah menetapkan target Net Zero Emission (NZE) untuk aktivitas operasional pada 2028 dan untuk pembiayaan pada 2060.

"Komitmen ini tercermin dalam pembiayaan yang bertanggung jawab untuk aktivitas bisnis berkelanjutan, termasuk portofolio hijau yang mencapai Rp 188 triliun, atau sekitar 26 persen dari total portofolio kredit BNI," ungkapnya.

Hingga September 2024, penyaluran kredit hijau BNI telah mencakup berbagai sektor, termasuk Energi Baru Terbarukan (EBT). Seperti pembangkit listrik tenaga air, tenaga surya, dan biogas, dengan total pembiayaan mencapai Rp 10,2 triliun.

Baca juga : Pengguna BNI Mobile Banking Dimanjakan Berbagai Promo Menarik Di BNI Java Jazz Festival 2024

Selain itu, pembiayaan untuk sektor penanggulangan polusi udara sebesar Rp 3,4 triliun, serta pengelolaan sumber daya alam dan penggunaan lahan yang berkelanjutan sebesar Rp 31,9 triliun.

Untuk memperkuat pengelolaan manajemen risiko perubahan iklim, BNI juga telah melaporkan Climate Risk Stress Test (CRST) kepada OJK yang mencakup enam sektor utama. Yakni, sumber daya alam, listrik, transportasi dan pergudangan, konstruksi, pertanian dan manufaktur, serta mortgage.

Sektor-sektor ini mencakup 50 persen dari total portofolio pinjaman BNI.

Sebagai bagian dalam upaya mendorong transisi energi, BNI senantiasa memberikan dukungan kepada debitur untuk melaksanakan upaya transisi, melalui pemberian Sustainability Linked Loan yang pada bulan September 2024 mencapai Rp 5,5 triliun.

Selain itu, BNI mendukung penerapan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) dalam upaya mencapai komitmen Net Zero Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense