RM.id Rakyat Merdeka - Hilirisasi sektor pertambangan terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Program tersebut diharapkan dikembangkan lebih pesat lagi agar dampaknya merata secara nasional.
Peran BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Holding Industri Pertambangan Indonesia, Mining Industry Indonesia (Mind ID) sebagai penggerak utama hilirisasi industri pertambangan sangat diharapkan memberikan kontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Peneliti dari Indef (Institute for Development of Economics and Finance) Ahmad Heri Firdaus mengatakan, upaya hilirisasi oleh Mind ID tersebut, salah satunya terlihat pada fokus perusahaan ke beberapa produk industri tambang, yang bisa dikelola untuk mengembangkan ekosistem baterai Electric Vehicle (EV) dari hulu ke hilir.
Setidaknya, kata Heri, upaya pengembangan itu ditargetkan bisa tercapai pada 2027 untuk sampai ke end product-nya.
Heri menilai, hal tersebut menjadi prioritas Mind ID, karena bahan bakunya yang melimpah.
Baca juga : Mendagri: Kepala Daerah Harus Mampu Gerak Cepat
“Namun untuk sampai ke end product, perlu beberapa tahapan dan investasi di setiap tier industrinya,” ujar Heri kepada Rakyat Merdeka, Senin (28/10/2024).
Selain itu, tambah Heri, dari pengembangan end product tersebut, yang perlu dipastikan juga adalah bagaimana pasarnya. Karena itu, Pemerintah perlu mendorong pembuatan baterai untuk kendaraan listrik di dalam negeri.
“Indonesia bukan sekadar menjalani masa transisi energi dari fosil ke listrik, tetapi juga penting untuk membangun ekosistem industrinya. Bukan jadi pedagang, atau konsumen saja,” tegasnya.
Lalu, dengan terus terbentuk ekosistem, ia meyakini, skala ekonominya juga sudah lebih tinggi dan lebih efisien. Terbentuknya titik keseimbangan antara keinginan untuk menggunakan atau membeli kendaraan listrik akan terbentuk dengan sendirinya.
“Itu terjadi kalau ekosistemnya sudah makin baik,” imbuhnya.
Baca juga : Kuota Penerima Bansos Tolong Ditambah Dong!
Untuk itu, peran sektor pertambangan dan pengolahannya sangat krusial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama dalam mempercepat proses industrialisasi.
Terlebih, sektor ini memerlukan investasi besar dan efektivitas investasi yang tinggi, karena Indonesia saat ini masih memiliki ICOR (Incremental Capital-Output Ratio) yang tinggi.
“Artinya, lebih banyak modal dibutuhkan untuk memproduksi satu unit barang, dibanding negara lain,” katanya.
Karenanya, peran Mind ID sebagai penggerak hilirisasi sangat penting dalam mengatasi tantangan ini.
Mengingat, hilirisasi di sektor pertambangan telah memberikan dampak positif di beberapa wilayah di Indonesia, yang menjadi pusat hilirisasi. Seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Baca juga : Tim Garuda Tunjukkan Taringnya Di Level Asia
“Pertumbuhan ekonomi daerah meningkat pesat, bahkan mencapai 161 persen di beberapa kabupaten,” katanya.
Selain itu, imbuhnya, dampak positif hilirisasi terlihat dari menurunnya angka pengangguran, penurunan kemiskinan dan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah-daerah tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.