RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah dinamika tantangan global, Indonesia terus melangkah menuju kemandirian energi melalui optimasi pemberdayaan sumber daya lokal.
“Komitmen ini tidak hanya untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi. Tetapi juga strategi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi nasional,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resmi Kemenperin, Selasa (29/10/2024).
Menurutnya, dalam rangka mendukung visi Indonesia tersebut, Kemenperin berkomitmen terus mendorong sektor industri manufaktur agar menjadi lebih tangguh dan berdaya saing global.
Baca juga : TPST Bantargebang Nyaris Over Kapasitas
Sedangkan pelaku industri diharapkan dapat berperan melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan. Salah satunya dengan pemanfaatan inovasi teknologi dan sumber daya nasional secara optimal.
Salah satu program prioritas Kemenperin saat ini adalah Making Indonesia 4.0, yang bertujuan untuk membawa Indonesia menjadi salah satu dari 10 negara dengan ekonomi terbesar di dunia melalui penguatan sektor manufaktur berbasis teknologi.
Kemenperin juga berupaya meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global dengan mendorong hilirisasi industri dan pemanfaatan sumber daya alam optimal.
Baca juga : Manchester United Vs Leicester City, Momentum ‘Setan Merah’ Keluar Dari Krisis
“Langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada ekspor bahan mentah dan mendorong nilai tambah di dalam negeri,” ujar Agus.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Andi Rizaldi.
Menurutnya, sektor industri tidak hanya menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan energi.
Baca juga : Megatron Tidak Gentar Lawan Mantan Kapten
Karena itu, Kemenperin telah mengambil langkah nyata melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara BSKJI dengan Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada sektor industri sebelum 2060 sebagai tujuan jangka panjangnya.
Ruang lingkup kerja sama itu mencakup pemantauan dan pengendalian dampak lingkungan yang telah disepakati, penerapan kebijakan industri hijau, sinergi dan objektivitas pelaksanaan pemantauan lingkungan. Termasuk optimalisasi pemanfaatan sumber daya industri untuk mendukung operasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 30 Oktober 2024 dengan judul "Genjot Daya Saing Industri Kemenperin Dorong Kemandirian Energi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.