BREAKING NEWS
 

Imbau Nasabah, BRI Siapkan Sejumlah Teknologi Tangkal Cybercrime

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Senin, 4 November 2024 19:14 WIB
BRI serius menangkal kejahatan siber dengan memanfaatkan teknologi mulai dari perangkat hingga jaringan internet. (Foto: Dok. BRI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI serius menangkal kejahatan siber (cybercrime), dengan memanfaatkan teknologi mulai dari perangkat hingga jaringan internet masih marak terjadi.

Pihaknya mencermati, para pelaku kejahatan siber umumnya menjalankan modus operandinya dengan memanfaatkan data korban yang bersifat privasi.

Ada banyak tindak kejahatan siber yang terjadi, namun yang paling sering terjadi adalah peretasan.

“Ini merupakan upaya pelaku kejahatan siber untuk masuk meretas sistem, mencuri data pribadi, dan data keuangan,” kata Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Arga M Nugraha dalam keterangan resmi, Senin (4/11/2024).

Dampaknya, sambung Arga, sudah pasti bukan hanya data pribadi yang diambil oknum, namun kerugian finansial pun berpotensi dapat terjadi.

Berkaitan dengan hal tersebut, menegaskan bahwa keamanan data yang pada akhirnya berujung pada keamanan dana nasabah, menjadi fokus utama BRI.

"Kami menanggapi hal ini dengan sangat-sangat serius untuk mengamankan data dan dana nasabah BRI. Tentu saja kami memiliki acuan framework yang umum untuk cyber securitycy,” ungkapnya.

Arga memastikan, jika memang ada hal buruk yang terjadi, BRI telah siapkan serangkaian alat dan prosedur baku untuk bisa menjamin seluruh data nasabah BRI tetap aman.

Baca juga : Dukung Keamanan Data BPR-BPRS, Peruri Kenalkan Teknologi Graph Analytic

Ia mengatakan, pengamanan BRI secara internal dilakukan secara berulang. Misalnya, BRI melakukan freight monitoring.

BRI memiliki Security Operation Center (SOC) yang beroperasi 24/7, untuk memonitor berbagai ancaman siber.

BRI juga melakukan audit dan asesmen yang rutin dengan pihak ketiga dan partner. Selain itu, pihaknya terus memastikan keamanan dari sisi manusia (human resource) yang dapat terjadi krusial. Dari sisi insan BRILian, turut dibangun awareness dan kehati-hatiannya.

“Hal yang sama juga kami lakukan kepada nasabah kami untuk melakukan kehati-hatian," imbaunya.

BRImo adalah aplikasi super app dengan lebih dari 37,4 juta pengguna nasabah aktif. Angka yang besar itu, kata Arga, menjadi daya tarik bagi para penjahat siber untuk melakukan serangkaian tindak kejahatan mereka.

Meski demikian, BRImo dapat dikatakan berada dalam posisi yang cukup kuat dalam menghadapi ancaman cybercrimec.

Dengan investasi yang besar dalam teknologi keamanan dan upaya edukasi yang berkelanjutan, BRImo telah berhasil menjaga kepercayaan nasabah.

Adsense

Menurut Arga, hal inilah yang terus diperkuat untuk menjaga data dan dana nasabah. Ada banyak hal yang dilakukan BRI untuk mengamankan aplikasi ini.

Baca juga : Program Kartu Prakerja Tekan Jumlah Pengangguran Gen Z

“Dengan aplikasi yang ditanamkan di HP, ada serangkaian pengamanan bagaimana kami menggunakan enkripsi untuk menjamin aplikasi ini lebih aman digunakan nasabah," ujar Arga.

Selain pengamanan spesifik di BRImo, BRI juga melakukan pengamanan di system back end.

BRI menggandeng security researchers dan institusi infosec yang bonafit dan profesional yang memiliki pengalaman dan latar belakang keamanan siber yang kuat.

Pengamanan dilakukan mulai dari sisi network, server, data center, dengan tujuan yang komprehensif dan end to end. Keamanan dari pemantauan juga dilakukan.

Namun bagian utamanya, BRI meng-encourage user, jangan sampai hal yang dianggap sederhana, justru berbalik menyerang.

“Jadi misalnya jangan pernah sekali-kali menyerahkan username, password, dan OTP kepada orang lain, bahkan pihak yang mengaku sebagai BRI sekalipun,” ungkapnya.

Dikatakannya, keamanan siber adalah perjuangan yang terus menerus. Untuk itu, BRI akan terus berinovasi dan meningkatkan sistem keamanannya untuk memastikan bahwa data dan dana nasabah tetap aman.

Arga menambahkan, masyarakat juga harus ikut proaktif memerangi cybercrime, dengan melakukan beberapa tips.

Baca juga : Gelar SMEstaTalk, BRI Siapkan UMKM Indonesia Tembus Pasar Global

Pertama, jangan pernah membagikan informasi pribadi seperti username, password, atau OTP kepada siapapun.

Kedua, selalu hati-hati dengan pesan atau email yang mencurigakan yang mengatasnamakan BRI. K

etiga, gunakan koneksi internet yang aman saat mengakses BRImo. Keempat, mengaktifkan fitur keamanan tambahan yang disediakan oleh BRImo.

Kelima, lakukan verifikasi dua faktor (2FA) untuk setiap transaksi penting. Keenam, perbarui aplikasi BRImo secara berkala. Dan ketujuh, laporkan segera jika menemukan aktivitas mencurigakan.

Arga menegaskan, prinsip kehati-hatian nasabah dan praktik keamanan wajib dilakukan, seperti jangan install APK sembarangan, install game gratisan.

Pihaknya mencoba mengamankan sejauh yang BRI bisa, namun device nasabah itu sifatnya personal.

“Jadi kerahasiaan itu menjadi komitmen dua belah pihak. Kami nggak bisa menjaga keamanan ini tanpa awareness dari nasabah. Dinamika ini yang harus dijaga bersama,” pungkas Arga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense