Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
KNDS Siapkan Transfer Teknologi Pembuatan Amunisi Dan Artileri
Rabu, 28 Agustus 2024 21:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - KNDS Group, kelompok industri pertahanan darat terkemuka di Eropa berkomitmen meningkatkan kerjasama kemitraan dengan industri pertahanan Indonesia melalui transfer pengetahuan dan teknologi dalam pembuatan amunisi.
Penegasan itu disampaikan KNDS Representative Officer di Indonesia Thomas Gerard kepada wartawan di sela sela Seminar Revitalisasi Industri Pertahanan Darat yang diselenggarakan Lemhanas RI bekerja sama dengan KNDS di Jakarta, Senin (26/8/2024).
"Kami memiliki hubungan jangka panjang dengan Kemenhan dan TNI sejak 40 tahun lalu dalam berbagai kerjasama di Indonesia. Belum lama ini, kami memutuskan untuk melakukan akselerasi dan memperkuat kerjasama industri dengan industri pertahanan Indonesia," ujar Thomas.
Akselerasi kemitraan itu, lanjut Thomas, ditandai dengan pembukaan kantor cabang KNDS di Jakarta untuk memperkuat kerjasama industri dengan BUMN dan sektor swasta terutama dalam bidang pertahanan darat yang menjadi keahlian khusus KNDS Group.
Seperti diketahui, KNDS telah menjalin kerjasama dengan PT Pindad dalam pembuatan amunisi dan artileri. Karena itu, Thomas mengungkapkan KNDS berkomitmen memberikan lebih banyak lagi pengetahuan dan teknologi khusunya dalam pembuatan amunisi ukuran menengah dan besar dengan mitra industry di Indonesia.
"Kami sangat senang dengan tingkat keahlian mitra industri kami di Indonesia. Dan kami bersedia untuk memberikan lebih banyak teknologi, pengetahuan, dan juga manufaktur ke Indonesia," ucap Thomas.
Baca juga : Syngenta Edukasikan 10.000 Petani Soal Teknologi Pertanian
Transfer teknologi seperti apa yang akan diberikan untuk industri pertahanan Indonesia? Thomas mengatakan bahwa mereka akan mentransfer beberapa manufaktur amunisi kaliber menengah hingga besar.
"Tentu saja teknologi ini akan berkontribusi untuk memberikan lebih banyak keahlian, kedaulatan, dan keuntungan bagi Indonesia. Ini adalah dua domain utama kami ketika bekerja sama dengan industri pertahanan Indonesia," tandasnya.
Sementara itu, dalam paparannya di seminar, Deputi Bidang Polhukam Bappenas RI Bogat Wdiyatmoko menegaskan, Pemerintah memfokuskan pengadaan alat pertahanan dan keamanan (alpahankam) dengan memperisiapkan anggaran industri pertahanan dalam negeri.
Apalagi pengadaan alat pertahanan dan keamananan menjadi salah satu program prioritas Presiden 2025-2029.
"Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 telah menyusun sejumlah pedoman dan strategi untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri," ungkap Bogat.
Bogat menambahkan, Indonesia berada di peringkat 25 sebagai negara yang paling banyak impor alat utama sistem senjata (alutsista). Terbanyak buatan Amerika Serikat, Prancis dan Korea Selatan.
Baca juga : Awasi Penyimpangan Laporan Dana Desa
"Indonesia berada di 25 besar negara yang paling banyak impor senjata. Tapi, Indonesia bukan termasuk pembeli terbesar bagi Amerika Serikat dan Perancis," sebutnya.
Melihat hal itu, menurut Bogat Indonesia harus memperkuat industri pertahanan dalam negeri untuk imenjaga keamanan dan kedaulatan NKRI untuk mengantisipasi dinamika geolpolitik dunia yang bergerak sangat cepat.
"Saat ini mengedepankan alat pertahanan dalam negeri perlu ditingkatkan dalam menjaga keamanan negara di tengah geopolitik dunia yang memanas," bebernya.
Dia pun meminta BUMN sektor pertahanan untuk lebih banyak memproduksi alutsista. Apalagi, BUMN sektor pertahanan memiliki pendapatan yang sudah naik saat ini.
"Kita minta BUMN industri pertahanan bisa meningkatkan produksi senjata maupun alutsista," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Global Sales and Marketing Ammunition KNDS Patrick Lier mengatakan bahwa persenjataan Indonesia sudah sangat maju. Hal ini berkat kerjasama Prancis dan Indonesia dalam memajukan alutsista.
Baca juga : KPK Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Pembayaran Komisi Agen PT Jasindo
"Kami sudah membantu Indonesia dalam industri senjata untuk membangun persenjataan yang lebih canggih. Apalagi, Indonesia sudah sangat maju untuk alutsista dalam negeri,” kata Patrick.
Pattrick mengungkapkan KNDS telah bekerja sama dengan BUMN industri pertahanan seperti PT Pindad. Menurutnya, BUMN itu merupakan mitra penting untuk mengembangkan sistem persenjataan darat.
"Kerja sama utama yakni artileri, amunisi dan kendaraan tempur. Untuk itu kerjasama ini menjadikan adanya win win solution yang didapatkan Indonesia dan Prancis," tandasnya.
Sedangkan Plt Gubernur Lemhanas RI Letjen TNI Eko Margiyono menegaskan bahwa amunisi konvensional menjadi salaah satu paremeter keberhasilan operasi militer.
Dalam sambutannya, Eko menyatakan, belajar dari beberapa peperangan di berbagai belahan dunia dalam beberapa tahun belakangan, amunisi konvensional menjadi prioritas selain penggunaan teknologi baru dalam memenangkan pertempuran.
"Kebutuhan amunisi konvensional menjadi suatu parameter keberhasilan operasi yang sangat perlu dipenuhi dan diperhitungkan. Ini untuk menjamin kesiapsiagaan operasi TNI dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman yang mungkin ditimbulkan setiap saat," ujar jenderal bintang tiga ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya