BREAKING NEWS
 

PPN Naik Jadi 12 Persen Awal Tahun, Industri Otomotif Ketar Ketir

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Jumat, 15 November 2024 14:53 WIB
Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam. (Foto: Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Direktur PT Toyotq Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam mengatakan, kenaikan PPN jadi 12 persen akan berdampak pada dunia usaha. Apalagi, saat ini, kondisi daya beli masyarakat sedang lesu.

Bob khawatir, kenaikan PPN bukan meningkatkan penerimaan pajak, tapi malah menurunkan penerimaan pajak. Pasalnya semua barang harganya pasti akan naik.

Baca juga : Tandai 20 Tahun Berkarya, Band Kotak Siap Gelar Konser

“Dengan daya beli yang lemah, ditambah pajak naik, akan membuat rakyat stop melakukan belanja,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, Jumat (15/11/2024).

Adsense

Kondisi daya beli masyarakat yang melemah sangat dirasakan oleh industri otomotif. Bahkan, penjualan mobil tahun ini di prediksi turun lagi.

Baca juga : PLTP Patuha Buka Lapangan Kerja 20 Persen Dan Isi Kas Negara Rp 200 Miliar

“Sudah pasti ya akan mempengaruhi performance penjualan dan market tahun depan,” kata Ketua Apindo Bidang Ketenagakerjaan ini.

Menurut Bob, justru yang harus dilakukan pemerintah saat ini untuk menggerakan ekonomi adalah memberikan insentif. Dia mencontohkan kebijakan diskon Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPNBM) pasca Covid-19.

Baca juga : Pakar Ekonomi Ungkap Hambatan Perkembangan Industri Otomotif

“Saat diskon PPNBM diberlakukan penjualan mobil naik, penerimaan negara pun ikut naik,” katanya. 

Untuk diketahui, Pemerintah akan menaikkan PPN dari 11 persen menjadi 12 persen pada awal tahun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense