Dark/Light Mode

PLTP Patuha Buka Lapangan Kerja 20 Persen Dan Isi Kas Negara Rp 200 Miliar

Sabtu, 9 November 2024 18:17 WIB
Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Adi Wibowo (kiri), Direktur Pengembangan Niaga dan Eksplorasi, Geo Dipa Energi Ilen Kardani (tengah), serta Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Meirijal Nur, dalam pertemuan media bertema Dukungan Fiskal Pemerintah dalam Mendorong Ketahanan Energi, di Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (7/11/2024) malam. (Foto Mellani Eka Mahayana/Rakyat Merdeka/RM.id)
Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Adi Wibowo (kiri), Direktur Pengembangan Niaga dan Eksplorasi, Geo Dipa Energi Ilen Kardani (tengah), serta Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Meirijal Nur, dalam pertemuan media bertema Dukungan Fiskal Pemerintah dalam Mendorong Ketahanan Energi, di Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (7/11/2024) malam. (Foto Mellani Eka Mahayana/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembangkit Listrik Tenaga Panas (PLTP) Patuha yang dikelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Geo Dipa Energi (GDE) menyumbang Rp 200 miliar untuk kocek negara setiap tahunnya.

Hal itu disampaikan Direktur Pengembangan Niaga dan Eksplorasi Geo Dipa Energi Ilen Kardani dalam pertemuan media bertema 'Dukungan Fiskal Pemerintah dalam Mendorong Ketahanan Energi dan Meningkatkan Penerimaan Negara', di Soreang Kabupaten Bandung, Kamis (7/11/2024) malam.

"Saya kasih gambaran bahwa tahun ini saja, kami memberikan profit atau setoran ke negara kurang lebih Rp 200 miliar setahun. Artinya kalau 10 tahun segitu lah ya dari 2014," kata Ilen.

Ilen menambahkan, jumlah setoran kas negara itu tidak selalu Rp 200 miliar per tahun. Namun berfluktuasi setiap tahunnya.

Baca juga : Pemimpin Dunia Beri Ucapan Selamat Ke Presiden AS Terpilih Donald Trump

PLTP Patuha berada di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sekitar 40 kilometer selatan kota Bandung. Selain PLTP Patuha, PT GDE juga mengelola PLTP Dieng, Jawa Tengah. 

"Dan di Dieng itu sebenarnya sudah dari 2002, jadi ada angka-angka tertentu, tapi itu berfluktuasi, tapi kurang lebih seperti itu karena aktivitas jumlah produksi per tahun berfluktuasi," urainya. 

"Untuk tahun ini kurang lebih sekitar Rp 200 miliar setoran ke Pemerintah," imbuhnya.

Meski begitu, Ilen menyebut bahwa hal yang paling penting adalah dampak daripada pembangunan PLTP itu terhadap lingkungan sekitar. Tercatat bahwa sebanyak 20 persen masyarakat setempat dipekerjakan pada PLTP Patuha maupun Dieng.

Baca juga : AGP Salurkan Bantuan dan Pendampingan untuk Keluarga Bayi Warga Rempang yang Berpulang

"Untuk satu projek di Patuha dapat memberikan kehidupan bagi masyarakat sekitarnya dari segi tenaga kerja, training, kesempatan berusaha, kesempatan untuk berkarir, dikasih pendidikan, beasiswa dan banyak lagi multiplier effect dari segi ekonomi untuk wilayah sekitar panas bumi," jelasnya mencontohkan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban menyampaikan, PT GDE ini merupakan 'bayi' Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pasalnya, GDE diadopsi ketika adanya konflik sengketa yang akhirnya pemerintah mengambil alih PT GDE.

"Sekarang GDE sudah berproduksi dan juga menjadi kebanggan kita," pungkas Rionald.

PT Geo Dipa Energi (Persero) adalah bergerak di bidang eksplorasi dan eksploitasi energi panas bumi. Perusahaan ini didirikan pada Juli 2002 sebagai hasil kerja sama antara PT Pertamina dan PT PLN untuk mengelola Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Dieng dan Patuha. 

Baca juga : Sudah Seharusnya RI Jadi Pemain Penting

Pada awalnya, Geo Dipa Energi adalah perusahaan swasta, tetapi pada 2011, Pertamina menyerahkan 66,67 persen saham perusahaan ini kepada Pemerintah, sehingga Geo Dipa resmi menjadi BUMN.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.