BREAKING NEWS
 

Oleh-oleh Dari COP29 Azerbaijan

RI Dapat 20 Triliun Untuk Kembangkan Listrik Hijau

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 17 November 2024 08:28 WIB
Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dari forum internasional Conference of the Parties (COP29) di Baku, Azerbaijan, Indonesia pulang membawa oleh-oleh berupa komitmen pendanaan hijau senilai 1,2 miliar euro atau sekitar Rp 20 triliun. 

Dana yang berasal dari bank pembangunan Jerman Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) ini, akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur kelistrikan hijau, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pumped Storage dan jaringan transmisi energi hijau.

Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo menegaskan, kolaborasi global ini penting untuk mendukung swasembada energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. "Kami telah memiliki strategi baru selama lima tahun ke depan, dengan mencapai pertumbuhan ekonomi minimal 8 persen secara berkelanjutan," ungkap Hashim dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/11/2024). 

Adik Presiden Prabowo Subianto ini menjelaskan, pengembangan sumber energi bersih berperan penting untuk meningkatkan daya saing industri. Menurut Hashim, kapasitas EBT di Indonesia ditargetkan bertambah 75 persen dari total kapasitas listrik 100 gigawatt (GW), dalam 15 tahun mendatang.

"Kami (Indonesia) akan menjadi negara besar yang akan memenuhi tanggung jawab dalam menjaga masa depan lingkungan," kata Hashim.

Baca juga : Pertamina Eco RunFest 2024, Ajang Lari Untuk Kebermanfaatan Lingkungan Dan UMKM

"Kami sangat mengapresiasi kerja sama internasional yang telah terjalin sebagai bentuk upaya bersama mencapai target Net Zero Emissions," tambah dia.

Dalan kesempatan yang sama, Sustainability Officer KfW Group, Jürgen Kern menjelaskan, dukungan KfW kepada Indonesia merupakan wujud komitmen negara Jerman dalam mendukung kerja sama internasional untuk mencapai transformasi hijau.

Terlebih, menurut Jürgen, PLN merupakan pusat transisi energi di Indonesia. PLN memiliki komitmen yang kuat untuk menghijaukan sektor energi sekaligus memastikan akses energi yang andal.

Adsense

"Kami percaya bahwa Indonesia-Jerman terus bisa memperkuat kemitraan di sektor energi. Terutama dalam proyek energi bersih seperti panas bumi, air dan juga transmisi. Untuk mencapai target NZE, diperlukan kolaborasi dan kemitraan yang baik," ujar Jürgen.

Adapun kerja sama tersebut disepakati melalui penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara PT PLN (Persero) dengan KfW untuk pengembangan proyek energi bersih. 

Baca juga : Di COP 29, APP Dorong Transisi Energi Hijau

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengungkapkan, pihaknya mendukung penuh langkah pemerintah menjalankan transisi energi. Kata dia, keterlibatan KfW dalam proyek-proyek hijau PLN diharapkan mampu menarik lebih banyak kolaborasi mitra internasional. 

"Kolaborasi ini menandakan langkah proaktif PLN dalam memperluas kemitraan internasional, dalam meningkatkan swasembada energi nasional yang berkelanjutan searah dengan aksi iklim global," papar Darmawan.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai, pendanaan hijau sebesar Rp 20 triliun yang diterima Indonesia menjadi pengakuan internasional atas komitmen Indonesia dalam menangani perubahan iklim. Pendanaan ini juga menempatkan Indonesia pada posisi penting dalam upaya global mengatasi krisis iklim.

"Mengingat negeri kita memiliki hutan tropis terbesar ketiga di dunia, dan potensi energi terbarukan yang luar biasa besar," ulas Yusuf saat dihubungi Rakyat Merdeka, tadi malam.

Dari sudut pandang ekonomi, pendanaan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan sektor energi bersih di Indonesia. Sehingga mampu menopang kinerja industri.

Baca juga : Trump Atau Harris, Siapa Yang Paling Untungkan Kita

Menurut Yusuf, dengan Rp 20 triliun, Pemerintah bisa mendorong percepatan transisi energi melalui pembangunan infrastruktur energi terbarukan. Di antaranya pembangkit listrik tenaga surya, angin, dan panas bumi.

Dana segar sebanyak itu juga bisa mendorong inovasi teknologi hijau dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri. Dengan begitu, beban APBN bisa berkurang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense