RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 20 delegasi dari International Rubber Research and Development Board (IRRDB) mengunjungi pabrik ban vulkanisir milik PT Supervulkanin Adijaya di Bogor, Jawa Barat, Senin (18/11/2024).
Kunjungan mereka bertujuan untuk mempelajari proses pembuatan ban vulkanisir yang dinilai telah berkembang pesat di Indonesia.
Kedatangan mereka disambut manajamen PT Supervulkanin Adijaya, dan Ketua Umum Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) yang juga Ketua Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) Azis Pane.
Baca juga : Dihadiri Jubir Anies, Bang Japar Indonesia Deklarasi Dukung Mas Pram-Bang Doel
Dalam sesi paparannya, Azis menjelaskan soal industri ban vulkanisir. Para delegasi pun semangat mendengarkan. Beberapa kali mereka mengajukan pertanyaan kepada Azis. Misalnya soal kualitas sampai bahan bakunya.
Usai mendengarkan paparan dari Azis, mereka pun dibawa untuk melihat proses vulkanisir di dalam pabrik PT Supervulkanin Adijaya.
Kepada wartawan, Azis mengatakan, para delegasi ini berasal dari berbagai negara di Asia dan Afrika. Seperti Kamboja, China, Cote d’Ivoire, Nigeria, Thailand, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Filipina, Papua Nugini, Sri Lanka, dan India.
Baca juga : Di ADIPEC 2024, SKK MIgas Ajak Industri Hulu Migas Dunia Investasi di Indonesia
“Mereka datang mau belajar ke kita soal vulkanisir,” katanya.
Aziz menjelaskan, Indonesia dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena industri vulkanisir ban di Tanah Air sudah cukup maju. Dari total produksi karet alam Indonesia, sekitar 20 persen digunakan untuk pembuatan ban, dengan 9 persen di antaranya dialokasikan untuk ban vulkanisir.
Usai melihat pabrik, kata Azis, para delegasi menunjukkan minat untuk menjajaki kerja sama perdagangan ban vulkanisir, terutama dari negara-negara Afrika.
Baca juga : Toko Mebel Hj Vera Hadirkan Industri Furnitur dengan Standar Kualitas Tinggi
“Mereka bilang, ‘tolong dong, bisa gak kita kerja sama?’ Tapi vulkanisir ini kan termasuk tidak bisa diekspor,” ungkapnya.
Azis berharap, kunjungan ini dapat membuka peluang pertukaran teknologi dan meningkatkan kerja sama internasional di bidang daur ulang karet, meskipun masih ada tantangan dalam perdagangan produk vulkanisir.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.