Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wamenlu: Negara-Negara Afrika Sangat Ingin Belajar Dari Indonesia
Kamis, 22 Agustus 2024 21:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Pahala N Mansyuri memaparkan, Indonesia dan Afrika memiliki cita-cita yang sama untuk menjelma menjadi negara maju.
Inilah yang antara lain melatari kokohnya hubungan Indonesia dan negara-negara Afrika.

Baca juga : Wamenlu: Afrika Ingin Melihat Indonesia Sebagai Negara Mitra Win-Win
“Kita punya visi Indonesia Emas 2045, mereka punya Agenda Afrika 2063. Mereka berharap bisa menjadi negara maju di tahun 2063,” ujar Pahala, dalam pertemuan dengan Pemimpin Redaksi Media Massa di Jakarta, yang membahas rencana penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum (IAF)-2 di Nusa Dua, Bali, Kamis (22/8/2024).
"Negara-negara Afrika sangat ingin belajar dari Indonesia. Baik itu infrastruktur, hilirisasi atau lainnya. Ada hal-hal yang bisa kita bawa untuk agenda kerja sama, mentransformasi Afrika menjadi global powerhouse,” imbuhnya.
Untuk diketahui, dalam visi Indonesia Emas 2045 menjadi negara maju, terdapat target pendapatan per kapita 30 ribu dolar AS, tingkat jenis kemiskinan mendekati nol dan ketimpangan berkurang, Human Capital Index dan Global Power Index meningkat, serta intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) turun hingga 93,5 persen.
Baca juga : Anggota Pansus Haji PAN Pertanyakan Simpulan Raker Kuota Haji Indonesia
Sementara Agenda Africa 2063: The Africa We Want - transforming Africa into Global Powerhouse, memiliki target pertumbuhan inklusif dan pembangunan berkelanjutan, pan Africanism & African renaissance, Afrika yang damai dan aman, identitas budaya dan warisan budaya yang kuat, nilai, dan etika; people-driven development; serta mitra dan pemain global yang kuat, bersatu, tangguh, dan berpengaruh.
IAF-2 yang akan digelar pada 1-3 September 2024 mengambil tema Bandung Spirit for Africa's Agenda 2063, dengan sub tema Transformasi Ekonomi, Energi, Pertambangan, Ketahanan Pangan, Kesehatan, dan Kerja Sama Pembangunan.
Event yang ditujukan untuk menjajaki kerja sama dan peluang ekonomi, memperkuat kerja sama pembangunan, dan meningkatkan kemitraan ini akan diikuti 28 Kepala Negara/Pemerintahan dari Afrika; 800 peserta dari wakil pemerintah, organisasi internasional dan regional; serta kalangan bisnis dari Indonesia dan Afrika.
Baca juga : Teratas di Industri Keuangan, BRI Jadi Bank Terbesar Versi Fortune Indonesia 100
Total 28 negara yang dimaksud terdiri dari Algeria, Angola, Botswana, Kamerun, Cote d'Ivoire, Kongo, Mesir, Ethiopia, Eswatini, Ghana, Kenya, Lesotho, Liberia, Madagaskar, Malawi, Mauritania, Mauritius, Maroko, Mozambik, Namibia, Nigeria, Senegal, Afrika Selatan, Tanzania, Uganda, Zambia, Zimbabwe, dan Rwanda.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya