BREAKING NEWS
 

Investasi Starlink Kecil, Pemerintah Disarankan Pertimbangkan Matang-matang

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 19 November 2024 23:35 WIB
Internet Starlink/Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Starlink, perusahaan internet milik Elon Musk, akan berinvestasi di Indonesia. Namun, di tengah rencana ini, ada isu sensitif mengenai peran Starlink di penyerangan militer Israel di Gaza, Palestina. Sebuah petisi yang beredar di masyarakat menuding, Starlink memberikan akses internet ke Israel, sehingga memudahkan dalam penyerangan.

Mendengar adanya isu ini, pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah, menyarankan pemerintah melakukan pengecekan sebelum memutuskan kerja sama dengan Starlink. "Menurut saya perlu dibuktikan,” ucapnya, Selasa (19/11/2024).

Trubus belum tahu kebenaran isu tersebut. Kata dia, perlu ada datanya dulu. Namun, kalau isu itu menguat, dia menyarankan agar rencana kerja sama dengan Starlink ditunda dulu. 

Dia menilai, banyak pertimbangan untuk meninjau kerja sama tersebut, salah satunya dampak peperangan di Gaza bagi Indonesia. Menurut Trubus, Indonesia mengalami kerugian atas perang di Gaza. Salah satunya, Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang dibom.

Baca juga : Penguatan Stranas: Pemerintah Targetkan 5 Kelompok Prioritas Cegah Stunting

“Jadi, apa perlu kita bersikap? Sikap kita kan sudah tegas mendukung kemerdekaan Indonesia," ungkap dia.

Trubus menyarankan pemerintah hati-hati dalam memutuskan kerja sama dengan Starlink. Terlebih, nilai investasi Starlink di Indonesia tidak seberapa dan tidak terlalu berdampak baik terhadap ekonomi Tanah Air.

"Investasi ke Indonesia juga sangat kecil, kalau nggak salah Rp 30 miliar, pegawainya juga sedikit. Kantor pusatnya juga di Malaysia, bukan di Indonesia," kata Trubus.

Adsense

Sedangkan anggota Komisi VI DPR Firnando H Ganinduto bersikap lebih keras. Politikus Partai Gilkar itu meminta Pemerintah menolak investasi Starlink di Tanah Air.

Baca juga : Menag Akan Kembangkan Gerakan Kepramukaan Madrasah

"Kalau memang Starlink terafiliasi dengan pembangunan infrastruktur komunikasi untuk Israel selama perang, tolak saja," kata Firnando.

Dia menekankan, semangat Indonesia adalah mendukung penuh kemerdekaan Palestina. "Indonesia selalu mendukung penuh kemerdekaan Palestina serta menolak semua perang yang ada di muka bumi ini," tegas Firnando.

Starlink juga sebenarnya memberikan fasilitas internet di Gaza. Hal itu diumumkan oleh Elon Musk, melalui akun X @elonmusk, Rabu (24/7/2024).

Dia menerangkan, layanan internet berbasis satelit Starlink kini beroperasi di Gaza, Palestina. Namun, tidak diketahui secara pasti lokasi adanya sinyal internet di Gaza yang dimaksud. Musk hanya menyebutkan bahwa Starlink kini beroperasi untuk melayani sebuah rumah sakit di Gaza. Pengoperasian tersebut dengan persetujuan Israel dan didukung Uni Emirat Arab.

Baca juga : Berantas Judol, Pemerintah Kerahkan Semua Kekuatan

"Starlink sekarang aktif di rumah sakit Gaza dengan dukungan @UEAmediaoffice dan @Israel," tulisnya.

Starlink membutuhkan waktu sampai lima untuk mendapatkan izin dari Pemerintah Israel untuk menyediakan layanan internet di Gaza. Pada akhir November 2023, Israel akhirnya mengizinkan internet satelit Starlink beroperasi di Gaza, tapi hanya boleh dengan persetujuan pemerintah Israel. Kesepakatan ini diumumkan saat pemilik Elon Musk sedang mengunjungi Israel.

Menteri Komunikasi Israel Shlomo Karhi dalam postingannya di X mengatakan, Musk sudah mencapai kesepakatan prinsip dengan Kementerian Komunikasi Israel. "Unit satelit Starlink hanya dapat beroperasi di Israel dengan persetujuan Kementerian Komunikasi Israel, termasuk di Jalur Gaza," kata Karhi.

Sebulan sebelumnya, Musk mengatakan jaringan internet Starlink bisa membantu organisasi yang diakui secara internasional yang membantu di Gaza. Jaringan internet di Gaza sempat beberapa kali putus sejak konflik yang dimulai pada 7 Oktober 2023.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense