RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia memperkuat kolaborasi untuk memperbesar pasar produk Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) berbasis kelapa sawit di Indonesia.
Upaya itu dilakukan melalui workshop UKMK Naik Kelas yang mengangkat tema “Strategi UKMK Kelapa Sawit Indonesia Dalam Menembus Pasar Ekspor Lidi Sawit” di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, 18-19 November 2024.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan. Di antaranya Kepala Divisi UKMK BPDPKS Helmi Muhansyah, Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono, Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau Defris Hatmaja.
Kemudian ada Direktur Utama PT Wardani Agro Utama Natassa Kurumawardany, eksportir lidi sawit dan juga Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi, dan akademisi Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Cecep Ijang Wahyudi.
Helmi mengatakan, kegiatan ini sangat strategis bagi BPDPKS. Khususnya dalam rangka melaksanakan arahan Presiden Prabowo Subianto mewujudkan target perekonomian Indonesia 8 persen.
Menurutnya, salah satu faktor penting mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi adalah dikontribusikan oleh sektor UKMK.
"UKMK Kabupaten Siak pun dapat berperan dalam mendukung tercapainya target pertumbuhan ekonomi tersebut," imbuhnya.
Baca juga : Industri Tekstil Perkuat Pasar Ekspor ke Korea Selatan
Helmi menjelaskan, kontribusi sektor kelapa sawit dan turunannya sangat besar bagi perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) selama September, sektor ini telah menyumbang devisa hingga 3,63 miliar dolar AS atau sekitar Rp 47,9 triliun.
Sedangkan selama tahun ini, kontribusi sektor kelapa sawit dan turunannya terhadap devisa mencapai 21,4 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp 339 triliun.
"Tidak hanya itu, sektor kelapa sawit juga menyerap tenaga kerja hingga 16,5 juta. Baik tenaga kerja langsung atau tidak langsung, serta menghidupi lebih dari 66 juta orang Indonesia," ungkap Helmi.
Menurutnya, efek kelapa sawit bagi perekonomian nasional, bahkan global sangat besar. Saat ini, Crude Palm Oil (CPO) Indonesia telah menguasai lebih dari 50 persen pasar global.
Oleh karena itu, Helmi mengajak untuk terus mengampanyekan kebaikan sawit, karena Indonesia masih menghadapi kampanye negatif sawit secara sistemik hingga kini.
Ia menjelaskan, Prabowo akan fokus pada hilirisasi, energi dan pangan. Kelapa sawit sangat berperan di ketiga sektor tersebut. Saat ini, sudah ada 172 produk turunan kelapa sawit.
"Kami berharap, dari Siak, tumbuh pelaku-pelaku UKMK sawit yang nantinya berkontribusi kepada perekonomian Indonesia," harapnya.
Baca juga : Sinergi PTPN I dan HIG Kerek Brand Awareness Produk Teh Nasional
Helmi juga mengungkapkan, manfaat program Biodiesel yang dilaksanakan Pemerintah dalam rangka mengurangi impor solar Indonesia.
Pada 2023, negara bisa menghemat dana dari impor solar sebesar Rp 120 triliun.
Sementara itu, Setiyono mengatakan, potensi ekspor lidi sawit sangat besar di Indonesia, khususnya yang dihasilkan dari anggota Aspekpir yang berasal dari pada anggota yang terhimpun ke dalam hampir 500 koperasi petani kelapa sawit dan ribuan kelompok tani sawit.
Menurutnya, upaya meningkatkan ekspor lidi sawit sangat penting untuk meningkatkan pendapatan petani sawit.
"Lidi sawit sangat besar manfaatnya, bahan baku juga melimpah. Pasar ekspor sangat menjanjikan, tinggal bagaimana kemampuan produksi petani sawit anggota Aspekpir bisa ditingkatkan," tuturnya.
Setiyono berharap, inovasi teknologi penyerutan lidi sawit yang efektif dan efisien akan terus dihasilkan oleh putra-putri bangsa.
"Dengan inovasi teknologi ini, diharapkan produksi lidi sawit meningkat, skala ekonominya masuk dan pasar ekspor bisa kita isi dengan maksimal," bebernya.
Baca juga : Survei Terbaru Pilgub Jakarta, Pramono Salip RK
Pada kesempatan yang sama, Arisman menyebut potensi UKMK kelapa sawit di Kabupaten Siak sangat besar. Mengingat luas perkebunan kelapa sawit yang mencapai 328.872,68 hektare (ha).
Dari jumlah tersebut, 120.797,68 ha dikelola oleh perusahaan. Sedangkan 208.075 ha dikelola perkebunan rakyat yang sebagian besar petaninya berhimpun ke dalam koperasi-koperasi.
"Kami menitipkan koperasi kelapa sawit ini kepada BPDPKS untuk mendapatkan binaan dari sisi sektor UKMK-nya," pesan Arisman.
Pada kegiatan tersebut, juga dilaksanakan field trip ke Koperasi Produsen Tunas Muda di Desa Teluk Merbau, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.
Pada field trip tersebut, juga dilaksanakan soft launching Mesin Lidi Sawit Wardani karya PT Wardani Agro Utama yang mampu menyerut lidi sawit hingga mencapai 30 kg per jam.
Mesin ini nantinya akan dioperasikan dan dimanfaatkan oleh Koperasi Produsen Tunas Muda sebagai koperasi petani kelapa sawit pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi ini dan akan disusul oleh koperasi-koperasi anggota Aspekpir Indonesia lainnya di seluruh Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.