Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BPDPKS-Aspekpir Perkenalkan Produk UKMK Sawit Di Mataram
Kamis, 25 Juli 2024 17:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Untuk mengenalkan aneka produk UKMK Sawit, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berkolaborasi dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia menggelar Workshop UKMK Sawit di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (24/7/2024).
Kegiatan ini bertema "Mengenalkan Produk-produk UKMK Berbasis Kelapa Sawit bagi Kalangan Pelaku Industri Pariwisata".
Tujuan acara ini untuk memberikan edukasi tentang aneka produk UKMK kelapa sawit yang dapat dimanfaatkan bagi mendukung industri pariwisata. Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi pada BPDPKS, Helmi Muhansyah mengatakan, produk dari kelapa sawit tidak hanya terfokus pada daerah penghasil.
Namun, produk-produk yang digunakan saat ini banyak yang berbahan dari komoditas kelapa sawit.
“Termasuk di sini di Mataram yang nota benenya tidak ada tumbuhan sawit, tapi kehidupan keseharian kita yang tidak terlepas dari kelapa sawit,” kata Helmi saat memberikan sambutan.
Ia menjelaskan, produk dari kelapa sawit tidak hanya minyak goreng, tetapi juga pasta gigi, bio avtur untuk bahan bakar pesawat, creamer, biodiesel dan beberapa produk lainnya.
Baca juga : Kemenkop UKM Gelar Pelatihan Pengolahan Potensi Produk Lokal Ke UMKM Kuliner Di Bali
NTB sebagai daerah wisata pun diakui menjadi sasaran yang tepat untuk bisa mengkampanyekan produk-produk dari sawit.
Promosi produk dari sawit ini disebut bisa lebih maksimal karena melihat tingkat kunjungan wisatawan yang datang ke NTB.
“Kalau kita bicara sawit, kita tidak hanya bicara daerah penghasil sawit seperti Riau, Sumatera Utara, dan Kalimantan tapi seluruh Indonesia. Karena semua masyarakat kita menggunakan sawit,” tutur Helmi.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti mengakui, potensi UKMK berbasis kelapa sawit termasuk hal yang baru.
Sehingga melalui Workshop tersebut, dia berharap ada peluang kerja sama antara Aspekpir Indonesia dengan pelaku UKMK lokal di Provinsi NTB.
Nelly menjelaskan, Dinas Perdagangan Provinsi NTB terus menjalin kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di NTB.
Baca juga : USANITA Perkukuh Kerja Sama Kreatif Di Jakarta
Mulai dari sisi kualitas dan kuantitas hingga pemasaran produk yang dihasilkan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Aspekpir Indonesia Rusman Heriawan menjelaskan, jika Aspekpir Indonesia sebagai salah satu Asosiasi petani kelapa sawit terbesar di Indonesia bersama mitranya memiliki beragam produk UKMK berbasis kelapa sawit yang cocok dikolaborasikan dengan industri pariwisata.
Produk-produk tersebut antara lain aneka produk kerajinan lidi sawit, gula sawit, batik sawit, pupuk organik, pakan ternak, aneka produk pangan hingga produk kecantikan.
"Aspekpir itu para petani, jarang memperluas knowlage di hilir, tetapi sekarang Aspekpir lebih membuka diri," katanya.
Wakil Menteri Pertanian periode 2011-2014 itu menjelaskan, Aspekpir Indonesia saat ini lebih membuka diri dengan melihat peluang di sektor hilir.
Kolaborasi BPDPKS dan Aspekpir Indonesia sangat penting untuk meningkatkan knowlegde petani sawit.
Baca juga : Bank DKI Apresiasi Layanan Hukum Kejati DKI Jakarta
Kata Rusman, jika kampanye kelapa sawit dan berbagai produk turunannya sangat penting dilakukan hingga ke daerah-daerah non penghasil sawit, termasuk di NTB.
"Hal ini untuk meningkatkan pemahaman tentang manfaat sawit dan turunannya," katanya.
Saat ini, Aspekpir Indonesia sedang menyiapkan nota kesepahaman dengan beberapa pelaku industri pariwisata di Lombok, seperti perhotelan dan restoran tentang pemanfaatan produk UKMK berbasis kelapa sawit anggota maupun mitra Aspekpir.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya