RM.id Rakyat Merdeka - PT PLN (Persero) mendukung penuh program Pemerintah menggenjot transisi energi. Upaya itu akan dilakukan dengan membangun ekosistem ramah investasi energi bersih.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pihaknya siap merancang ekosistem yang kondusif untuk berkolaborasi dan kondusif untuk berinvestasi.
“Sehingga semua pelaku usaha dapat berkembang bersama-sama dan saling mendukung,” ujar Darmawan di Jalarta, Kamis (21/11/2024).
Dalam ajang Electricity Connect 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), pada 20-22 November 2024, Darmawan menyebut, gelaran tersebut menjadi forum strategis untuk mempertemukan gagasan dan teknologi. Serta solusi inovatif dalam menghadapi tantangan transisi energi ke depan.
Baca juga : Apple Kirim Proposal, Menperin Gerak Cepat
Karena itu, dia berharap, acara Electricity Connect ini terus berlanjut dengan kolaborasi yang lebih kuat.
“Serta memastikan, bahwa generasi mendatang dapat menikmati masa depan yang lebih baik,” kata Darmo, sapaan Darmawan.
Darmo menekankan, berbagai kesempatan harus dimanfaatkan sebagai momentum luar biasa yang memperkuat kepercayaan diri semua.
“Seluruh kekuatan di sektor kelistrikan kini bersatu, untuk menghadapi tantangan masa depan dan mencapai tujuan bersama,” ujar Darmo.
Baca juga : Gibran Dorong Proyek Tanggul Laut Dikebut
Ajang konferensi dan pameran sektor ketenagalistrikan terbesar se-Asia Tenggara tersebut diinisiasi oleh Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI).
Ketua Umum MKI, Evy Haryadi menegaskan, Electricity Connect 2024 menghadirkan 168 perusahaan dari dalam dan luar negeri.
Perusahaan-perusahaan ini memperkenalkan berbagai teknologi dalam energi baru dan terbarukan, digitalisasi ketenagalistrikan, serta beragam solusi yang berorientasi pada upaya Net Zero Emissions (NZE).
“Acara ini juga mengundang 110 pembicara yang kompeten di bidangnya, dengan perkiraan pengunjung yang mencapai 15 ribu orang,” ucap Evy.
Baca juga : Getafe Vs Real Valladolid, Berebut Keluar Zona Merah
Dengan skema tersebut, Electricity Connect 2024 diharapkan dapat menjadi pendorong utama dalam investasi, pembangunan sumber daya manusia, dan inovasi teknologi menuju masa depan energi yang berkelanjutan.
“Dengan menggabungkan kekuatan dan ide dari berbagai pihak, kami optimis acara ini melahirkan banyak inspirasi dan kesepakatan bisnis,” yakinnya.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Terpisah, Pengamat energi sekaligus Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai, industri panas bumi berpotensi dapat memainkan peran penting dalam proses transisi dan ketahanan energi nasional.
Komaidi menggarisbawahi, Indonesia memiliki potensi sumber daya yang mencapai 23.765,5 MegaWatt (MW), atau sekitar 40 persen total potensi panas bumi global.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.