BREAKING NEWS
 

Dukung Program Transisi Energi

PLN Siapkan Ekosistem Kondusif Untuk Investor

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Jumat, 22 November 2024 07:05 WIB
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

 Sebelumnya 
“Industri panas bumi Indonesia dapat menjadi tulang punggung untuk mewujudkan ketahanan energi dan ekonomi nasional,” tutur Komaidi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Hal itu karena panas bumi memiliki peran penting untuk dapat membantu merealisasikan target NZE 2060 dan pelaksanaan kebijakan ekonomi hijau.

“Namun pengembangan dan pengusahaan panas bumi di Indonesia masih berjalan lambat, meskipun peran penting dan potensi manfaatnya besar,” katanya.

Komaidi menyebut, selama 2017-2023 kapasitas terpasang panas bumi hanya meningkat sekitar 789,21 MW.

Baca juga : Apple Kirim Proposal, Menperin Gerak Cepat

Total kapasitas terpasang pembangkit listrik panas bumi Indonesia dilaporkan baru mencapai sekitar 2.597,51 MW. Atau baru sekitar 10,3 persen dari total potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia.

Padahal jika seluruh potensi panas bumi Indonesia dapat dimanfaatkan, imbuhnya, maka akan terdapat potensi penurunan Gas Rumah Kaca (GRK) sekitar 182,32 juta ton CO2e (Ekuivalen Karbon Dioksida). Atau setara dengan 58 persen target penurunan GRK sektor energi pada 2030 yang ditetapkan sebesar 314 juta ton CO2e.

“Keunggulan lain dengan memanfaatkan panas bumi untuk sumber energi domestik, adalah dapat membantu mewujudkan ketahanan ekonomi nasional,” jelasnya.

Meskipun memiliki sejumlah keunggulan, Komaidi menyayangkan panas bumi belum menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kebijakan transisi energi.

Baca juga : Gibran Dorong Proyek Tanggul Laut Dikebut

Menyoal ini, Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Untuk Energi dan Lingkungan Hidup Hashim Djojohadikusumo mengatakan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia akan beralih dari pembangunan energi berbasis bahan bakar fosil menuju Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Langkah strategis ini sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Hashim.

Menurut Hashim, hingga 2040, Indonesia akan menambah kapasitas pembangkit hingga 100 GW (GigaWatt), dengan 75 persen. Di antaranya berasal dari EBT, 5 GW dari nuklir, dan sisanya dari gas.

Hashim menegaskan, transisi energi bukan hanya soal mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan.

Baca juga : Getafe Vs Real Valladolid, Berebut Keluar Zona Merah

“Kami akan mewujudkan energi yang bersih, ramah lingkungan, dan terjangkau, sambil mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen,” ujar Hashim.

Untuk mencapai target besar tersebut, lanjut adik Presiden Prabowo ini, seluruh ekosistem energi mesti berkolaborasi.

Karena itu, Hashim mengapresiasi langkah konkret penyelenggaraan Electricity Connect 2024. DWI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Jumat, 22 November 2024 dengan judul "Dukung Program Transisi Energi, PLN Siapkan Ekosistem Kondusif Untuk Investor"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense