Sebelumnya
“Perumnas ini akan diberi bantuan modal oleh Pemerintah dalam bentuk Barang Milik Negara (BMN). Misalnya, tanah negara dari (hasil) sitaan Kejaksaan, akan bertahap diberikan ke Perumnas sebagai injeksi penyertaan modal,” jelasnya.
Dengan begitu, Perumnas bersama ekosistem real estate bisa mengembangkan perumahan, baik yang tapak maupun apartemen.
Begitu juga dengan KAI, dalam tiga tahun terakhir terlihat masyarakat sangat antusias memiliki hunian yang terintegrasi ke stasiun atau TOD (Transit Oriented Development).
“Hunian yang nempel ke stasiun KRL (Kereta Rel Listrik) ataupun LRT (Light Rail Transit) lebih cepat habis,” katanya.
Baca juga : UEA Apresiasi Bantuan Indonesia Di Jalur Gaza
Sejauh ini ada tiga proyek TOD yang sudah di-launching, yakni Tanjung Barat (Jakarta Selatan), Margonda (Depok) dan Rawa Buntu (Tangerang Selatan).
Tiko menggarisbawahi, terdapat sejumlah BUMN yang siap bersinergi untuk mendukung Program 3 Juta Rumah. Seperti PT Semen Indonesia (Persero) Tbk untuk bahan material pembangunan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang siap menyediakan jaringan fiber optik, hingga PT PLN untuk jaringan klistrikan dalam perumahan. Termasuk BUMN yang mengelola sambungan jaringan gas (Jargas) untuk kebutuhan memasak.
Wakil Menteri (Wamen) Kementerian PKP Fahri Hamzah memastikan, pihaknya sebagai kementerian baru, bisa menjadi fasilitator bagi ekosistem perumahan.
“Saya tegaskan, kehadiran negara melalui Kementerian PKP ini untuk memudahkan regulasi, bukan untuk menjadi kontraktor, apalagi bersaing,” tegasnya.
Baca juga : Rusun Pasar Rumput Diincar Warga Jakarta
Fahri berharap, BUMN turut serta berperan merealisasikan Program 3 Juta Rumah.
“BUMN ini tugasnya menstimulus. Jadi, peran negara akan terasa di masyarakat bila BUMN hadir,” ucap Fahri.
Hal ini diamini Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persro) atau PLN Darmawan Prasodjo. Menurutnya Program 3 Juta Rumah per tahun ini turut serta mendorong peningkatan kebutuhan listrik PLN ke depannya.
Berdasarkan data penjualan listrik PLN pada 2023, total demand pelanggan rumah tangga PLN sebesar 122 Twh (Terra Watt Hour).
Baca juga : Kejar Tiga Poin Di Derby London
“Program ini diperkirakan akan menambah demand kelistrikan sebesar 6,3 Twh (Terra Watt Hour) per tahun atau sama dengan kebutuhan kapasitas daya lebih dari 1 gigawatt (Gw),” beber Darmawan.
Karena itu, program ini menjadi berkah bagi PLN ke depannya.
“Di mana pun lokasinya, insya Allah listriknya aman. Setiap demand dari perumahan ini akan dipenuhi oleh PLN,” janjinya. IMA
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Sabtu, 30 November 2024 dengan judul "Dilarang Bawa Makanan Sendiri, Sahabat Tolak Jadi Pengiring Pengantin"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.