RM.id Rakyat Merdeka - PT Summarecon Agung Tbk. atau Summarecon terus berupaya menggenjot pembangunan Sekolah Terpadu Sedaya Bintang yang dibangun di kawasan Summarecon Bandung, Jawa Barat.
Lembaga pendidikan yang berafiliasi dengan Sekolah Terpadu Pahoa ini berfokus pada Pendidikan Budi Pekerti (德行) ,Trilingual (Mandarin, Inggris, Indonesia) dan Implementasi STEAM (Science, Technology, Engineering, Art & Mathematics).
Executive Director unit Edukasi PT Summarecon Agung Tbk, Aida Halim mengatakan setelah diperkenalkan kepada publik pada Oktober 2024 lalu, Sekolah Terpadu Sedaya Bintang kini memasuki tahap pembangunan.
"Pembangunan gedung sekolah ini dilakukan secara bertahap mengikuti program untuk tahun ajaran 2025/2026 untuk jenjang Kelompok Bermain (KB), Taman kanak-kanak (TK), dan Sekolah Dasar (SD)," kata Aida, dalam keterangannya, Minggu (1/12/2024).
Aida menambahkan, dengan dimulainya pembangunan gedung Sekolah Terpadu Sedaya Bintang, warga Bandung dan sekitarnya yang berminat bisa langsung melakukan pendaftaran.
"Sekolah Terpadu Sedaya Bintang berafiliasi dengan Sekolah Terpadu Pahoa yang memiliki kurikulum dan metode pendidikan yang sama," ujarnya.
Baca juga : Apresiasi Pendidikan Jadi Prioritas APBN, Senator Filep Beri Sejumlah Catatan
Untuk pendaftaran peserta didik baru, Sekolah Terpadu Sedaya Bintang membuka booth pendaftaran yang berlokasi di Summarecon Mall Bandung.
"Sebagai bagian dari rangkaian program penerimaan peserta didik, jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan keringanan biaya pendidikan mulai dari potongan uang pangkal hingga keringanan uang sekolah bulanan dengan kuota terbatas," ucap Aida.
Lebih lanjut Aida menambahkan, Kurikulum Sekolah Terpadu Sedaya Bintang mengimplementasikan kurikulum yang berafiliasi dengan Sekolah Terpadu Pahoa.
Yaitu sekolah unggulan yang menggunakan Kurikulum Nasional dipadukan dengan Kurikulum Internasional Pearson Edexcel (Inggris), framework Singapore (DR. Yeap Ban Har) untuk Matematika, dan Mandarin yang dikembangkan oleh Tim Pengembangan Kurikulum bagian Mandarin.
"Khusus tingkat KB dan TK diterapkan metode pembelajaran Learning Corners. Dengan metode ini, peserta didik dapat memilih corners sesuai minat dan karakteristik untuk mengembangkan daya berpikir kritis dan pemecahan masalah," ungkapnya.
Menurut Aida, Sekolah Terpadu Sedaya Bintang menerapkan metode pembelajaran kontekstual yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Baca juga : Inovasi Penyembuhan Stunting, RSUD Tamansari Luncurkan Si-Terpenting
Selain itu, sekolah ini juga menggunakan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics), yaitu integrasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Rekayasa, Seni, dan Matematika untuk mengembangkan keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas, sebagai bekal di masa depan.
"Peserta didik akan mendapatkan pembelajaran bahasa Mandarin dari Native Speaker yang memperkuat penguasaan bahasa secara autentik," ujar Aida.
Pendekatan ini menurutnya, dipadukan dengan Holistic Education, yaitu pendidikan yang mengembangkan seluruh potensi peserta didik secara seimbang, mencakup potensi intelektual, emosional, fisik, sosial, estetika, dan spiritual.
"Metode pembelajaran serta kurikulum yang diberikan sesuai dengan visi untuk mewujudkan sekolah berdasarkan nilai Pancasila dengan standar mutu tinggi melalui pendidikan budi pekerti yang mengacu kepada ajaran Konfusius yang universal," sambung Aida.
Menurut Aida, Sekolah Terpadu Sedaya Bintang menerapkan metode pembelajaran mengenai Eco-Learning Activities diwujudkan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Sejalan dengan Summarecon Bandung yang telah mendapatkan pengakuan internasional atas pengelolaan lingkungan kawasan.
Baca juga : Sultan: Lulusan Lembaga Pendidikan Pertanian Prioritas Brigade Pangan Kementan
"Para peserta didik nantinya akan mendapatkan kesempatan secara langsung untuk mempelajari berbagai aktivitas di lapangan seperti Urban Farming and Plant Nursery, Bird Conservation Lake dan Waste Management Education," sebut Aida.
Sejumlah fasilitas terbaik sebagai sekolah terpadu pun hadir di sekolah ini. Seperti ruang kelas yang dilengkapi Smart TV, Klinik/UKS dengan perawat RS rekanan, Perpustakaan, Layanan Psikolog, Laboratorium STEAM, Laboratorium Komputer dan Laboratorium Bahasa, Ruang Bimbingan Konseling, Ruang Musik & Tari, Mushala, Playground dan Kolam Renang, Roof Garden, Lapangan & Sarana Olahraga, hingga pelayanan security 24 jam.
Sekolah ini juga menempati lahan seluas 1,5 hektare (ha) dengan bangunan sekolah tahap 1 memiliki luas bangunan lebih dari 6 ribu meter persegi segi.
Pembangunan tahap 1 Sekolah Terpadu Sedaya Bintang direncanakan rampung pada akhir Mei 2025 sehingga akan bisa memulai kegiatan pendidikan pada tahun ajaran 2025/2026.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.