Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gebrakan 100 Hari Kerja
BGS Luncurkan Skrining Gratis
Minggu, 3 November 2024 07:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan meluncurkan program skrining kesehatan gratis bagi masyarakat. Skrining akan diberikan kepada setiap warga yang berulang tahun.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, program skrining kesehatan gratis bisa diakses oleh seluruh masyarakat pada hari ulang tahunnya mulai 2025. Program ini dijalankan untuk memperkuat upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit sesuai kategori usia.
“Skrining Ini dilakukan setiap hari ulang tahun untuk memastikan kesehatan bisa terpantau secara dini,” kata BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangan resminya, Sabtu (2/11/2024).
Dia menuturkan, program skrining gratis ini berbeda dengan program skrining kesehatan yang sudah berjalan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Baca juga : Demokrat Kerahkan Satgas
Pada program JKN, skrining kesehatan dilakukan dengan fokus pada 14 jenis penyakit.
Adapun 14 jenis penyakit tersebut yaitu diabetes melitus, hipertensi, stroke, jantung, kanker serviks, kanker payudara, tuberkulosis (TBC), anemia, kanker paru, kanker usus, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), talasemia, hipotiroid kongenital, dan hepatitis.
Sementara skrining ulang tahun dirancang untuk mendeteksi berbagai jenis penyakit sesuai golongan usia.
Menkes menegaskan, tujuan dari pemberian skrining ulang tahun ini lebih untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini dan meminimalkan risiko kematian, dan kecacatan akibat penyakit pada masyarakat.
Baca juga : Kemenkes Berusaha Tekan Kematian Kanker Payudara
Budi menjelaskan, skrining ulang tahun akan dikategorikan dalam empat golongan usia, yakni skrining usia balita, usia remaja, dewasa, dan lansia.
Skrining balita akan fokus pada deteksi dini penyakit bawaan lahir, seperti hipotiroid kongenital. Penyakit ini bisa diobati jika teridentifikasi sejak dini.
Sementara skrining remaja usia di bawah 18 tahun akan dilakukan dengan pemeriksaan obesitas, diabetes, dan kesehatan gigi.
Skrining ini bertujuan untuk mendeteksi masalah kesehatan yang sering muncul pada usia anak hingga remaja.
Baca juga : KPU Banjarbaru Coret Paslon Walkot Petahana
Lalu, skrining usia dewasa akan difokuskan pada deteksi dini kanker, termasuk kanker payudara dan serviks. Kedua penyakit tersebut menjadi penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia.
Selain itu, pemeriksaan juga akan dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker prostat pada laki-laki.
Untuk skrining pada lansia akan dilakukan melalui pemeriksaan deteksi dini alzheimer, osteoporosis, serta kesehatan umum lainnya yang terkait dengan penuaan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya