Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Buku Panduan Bebas Pekerja Anak Resmi Diluncurkan, Begini Pandangan IWAPI
Senin, 4 November 2024 18:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas melalui kemitraan dengan Partnership for Actions against Child Labour in Agriculture (PAACLA) Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, menyusun Panduan Praktik Ketenagakerjaan untuk Penanggulangan Pekerja Anak bagi Perusahaan dan Rantai Pasok di Sektor Pertanian.
Buku ini untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan yang bebas dari pekerja anak di Indonesia, Panduan ini, yang kini diterbitkan dalam bentuk buku, dibagikan kepada para pemangku kepentingan, termasuk perwakilan organisasi pengusaha, sebagai upaya mendorong penerapan praktik ketenagakerjaan yang etis di sektor pertanian yang rentan terhadap isu pekerja anak.
"Saya sebagai pelaku usaha sekaligus perwakilan APINDO dan IWAPI, sangat mengapresiasi dedikasi dan kerja keras tim penyusun dalam menerbitkan panduan ini," ujar Rinawati Prihatiningsih, Wakil Ketua DPP IWAPI dalam keterangannya, Senin (4/11/2024).
Baca juga : Dukung Lingkungan Bersih, Mobil Listrik DFSK Gelora Resmi Diluncurkan
"Panduan ini adalah langkah nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih etis dan aman, terutama di sektor pertanian yang memiliki risiko tinggi terhadap praktik pekerja anak," katanya.
Rinawati juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kolaborasi luar biasa dari PAACLA Indonesia yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah, lembaga, dan organisasi internasional.
"Dunia usaha memiliki peran penting dalam mendukung panduan ini sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam menanggulangi pekerja anak dan membangun praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab," tambahnya.
Baca juga : BGS Luncurkan Skrining Gratis
Panduan ini diharapkan dapat membimbing industri pertanian di Indonesia menuju prinsip ketenagakerjaan yang etis dan aman, serta bebas dari pekerja anak.
Langkah-langkah yang diuraikan dalam panduan ini memberikan arahan konkret terkait pemantauan, pencegahan, dan sistem remediasi yang responsif dan berkelanjutan bagi pelaku usaha.
Panduan ini juga sejalan dengan komitmen IWAPI dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan tanggung jawab sosial.
Baca juga : Pakar Hukum Sarankan Perkara Mardani Maming Dikaji Ulang
Dia percaya bahwa dunia usaha, termasuk perempuan pengusaha, memiliki peran strategis dalam mengakhiri eksploitasi anak dan menciptakan lingkungan kerja yang adil.
"Dengan kolaborasi lintas sektor ini, kami di IWAPI optimis bahwa sektor pertanian dan dunia usaha dapat menjadi lebih inklusif dan ramah terhadap hak-hak dasar anak," tegasnya.
Melalui panduan ini, IWAPI berharap dunia usaha di Indonesia semakin berkomitmen untuk menjalankan praktik ketenagakerjaan yang etis demi menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda dan mencapai visi Indonesia bebas pekerja anak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya