RM.id Rakyat Merdeka - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak pemerintah segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri (KI), dan Proyek Strategis Nasional (PSN). Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang KEK, KI, dan PSN, Akhmad Ma’ruf Maulana menyatakan, Pokja ini akan berfungsi untuk mengatasi berbagai hambatan, termasuk permasalahan perizinan dan infrastruktur. “Pokja bersama-sama dengan aparat pemerintah akan menyelesaikan berbagai macam permasalahan, baik yang menyangkut masalah perizinan maupun infrastruktur,” ujar Akhmad dalam keterangannya, Sabtu (6/12/2024).
Menurut Akhmad, pembentukan Pokja ini juga sejalan dengan program Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, yang menekankan percepatan pertumbuhan industri manufaktur melalui optimalisasi peran KEK, KI, dan PSN dalam lima tahun ke depan.
Baca juga : Peringati HUT ke-17 Tahun, LKPP Hadirkan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Berintegritas
Kadin telah mengadakan rapat koordinasi dengan kementerian terkait untuk membahas pembentukan Pokja ini. Pokja diusulkan melibatkan berbagai kementerian seperti Kementerian Investasi/BKPM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian ATR/BPN.
“Kami meminta Kemenko Perekonomian agar Pokja ini segera di-SK-kan secara resmi, dengan setiap kementerian mengajukan perwakilan setingkat Direktur atau Dirjen. Dengan demikian, tantangan dan kendala para pelaku industri KEK dan PSN dapat segera diatasi,” jelas Akhmad.
Akhmad juga menekankan, Kadin akan terus mengawal realisasi proyek-proyek yang terhambat, khususnya yang dibiayai tanpa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (non-APBN). Usulan ini akan dilaporkan langsung kepada Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie.
Baca juga : DPR: Majukan Ekonomi Kreatif Butuh Sinergi Antar Kementerian
“Tujuan utama kami adalah mempercepat realisasi proyek. Teman-teman dari pelaku KEK dan PSN sudah siap bergabung, dan sangat berharap pemerintah dapat memberikan kemudahan,” tambahnya.
Berdasarkan data, rencana investasi di 41 kawasan industri PSN mencapai Rp 2.785 triliun, yang akan dilakukan secara bertahap. Hingga 2024, realisasi investasi diperkirakan mencapai Rp 68 triliun, dengan target jangka menengah pada 2029 sebesar Rp 481 triliun.
Akhmad berharap, Pokja ini dapat mempercepat pencapaian target investasi, sekaligus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.