Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
DPR: Majukan Ekonomi Kreatif Butuh Sinergi Antar Kementerian
Kamis, 5 Desember 2024 12:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi VII DPR, Evita Nursanty mengatakan, perlunya sinergi antar-kementerian/lembaga untuk memajukan ekonomi kreatif Indonesia, termasuk kolaborasi global dengan brand (merek) internasional untuk mendorong sisi promosinya.
“Kita butuh terobosan besar hasil kolaborasi antar-kementerian/lembaga mulai dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Perindustrian, Kementerian UMKM, Kementerian Pariwisata, Kementerian BUMN. Ini tidak bisa dikerjakan sendirian. Kita dorong kementerian/lembaga ini duduk bersama punya konsep besar dan strategi bersama, dari hulu ke hilir,” kata Evita.
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VII DPR dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (4/12/2024).
Baca juga : Sertifikasi Tingkatkan Kesejahteraan Guru
Menurut Evita, potensi ekonomi kreatif Indonesia ini sangat besar, sehingga butuh kebersamaan untuk menghasilkan gelombang atau dampak besar di pasar global. Kolaborasi dengan brand global menjadi strategi penting mempromosikan produk kreatif. Ia pun berharap kementerian terkait bisa mengajak brand internasional untuk berkolaborasi dengan produk kreatif Tanah Air, seperti batik.
"Bisa kerja sama dengan merek global. Seperti Dior, Louis Vuitton dengan batik, perlu lebih sering dilakukan," katanya.
Evita juga menyoroti kemungkinan kolaborasi dengan restoran atau toko internasional yang dapat memperkuat posisi produk kreatif Indonesia. "Kuliner Indonesia banyak diminati. Negara kita sumber rempah-rempah terbaik dunia, kekayaan laut kita juga bukan main, dipadu dengan kekayaan tradisi yang tidak ada bandingannya, serta manusia-manusia kreatif di banyak subsector unggulan. Ini modal besar kita untuk mendorong lebih banyak produk lokal yang berdaya saing ke pasar global," ujarnya.
Baca juga : OJK Dan Satgas PASTI Bentuk Indonesia Anti-Scam Centre
Diaspora Indonesia juga diminta untuk aktif mempromosikan produk lokal di negara tempat tinggalnya. "Diaspora Indonesia harus dilibatkan dalam promosi ini. Seperti kolaborasi restoran internasional dengan menu khas Indonesia. Begitu juga dengan kriya atau kerajinan tangan, film, animasi, musik, seni pertunjukan, dan seterusnya," ucapnya.
Selain itu, menurut Evita, media juga harus mengambil peran strategis dalam mempromosikan produk unggulan nasional. Media dinilai mampu menjadi alat efektif untuk memperluas jangkauan produk kreatif ke pasar yang lebih besar.
"Media kita dapat menggerakkan ekonomi kreatif. Sekaligus mendorong produk unggulan kita lebih dikenal secara global. Dalam hal ini mungkin kita perlu lembaga yang bisa membangun message-nya atau konten yang tepat khusus untuk pasar global," katanya.
Baca juga : Tingkatkan Ekonomi Lamsel, Egi-Syaiful Usung Hilirisasi Pertanian
Evita juga berpandangan, perlu regulasi yang mendukung equal treatment bagi pelaku usaha ekonomi kreatif, penyederhanaan regulasi perizinan yang membebani, memberikan insentif bagi pelaku usaha ekonomi kreatif lokal, hingga strategi pemberian stimulant dana ekonomi kreatif, pengembangan kualitas SDM dan lainnya agar terbangun ekosistem yang baik untuk mendorong industri kreatif lebih maju dan berdaya saing tinggi.
Terakhir, Evita mengusulkan penguatan peran pemerintah sebagai fasilitator melalui pengembangan home creativity dan creative hub atau bentuk kolaborasi lainnya terkait orang atau usaha kreatif, yang diharapkan mampu mempercepat inovasi dalam berbagai sektor ekonomi kreatif.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya