BREAKING NEWS
 

Energi Baru Terbarukan Jadi Lokomotif Menuju Swasembada Energi

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 7 Desember 2024 20:32 WIB
Kementerian ESDM, Kadin Jabar dan Alumni Fakultas Teknik Geologi Univeristas Padjadjaran saat mengadakan Diskusi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Bandung, Sabtu (7/12/2024). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung yang diwakili Kepala Balai Besar Pengujian Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan  (EBT) dan Konservasi Energi, Harris dalam diskusi bertajuk "Mampukah Potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Jawa Barat Mendukung Kebutuhan Energi Nasional?" yang digelar di Bandung, Sabtu (7/12/2024).

Diskusi energi ini diselenggarakan Forum Komunikasi Alumni (FORKOMA) dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Teknik Geologi (FTG) Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan Pusat Pengkajian Inovasi Nuklir dan Energi Baru Terbarukan, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (PUSPINEBT ICMI) Organisasi Wilayah Jawa Barat.

Kepala Balai Besar Survey dan Pengujian KEBTKE, Harris mengatakan, saat ini pemenuhan kebutuhan energi di Tanah Air masih didominasi oleh sumber energi minyak dan gas (migas) dan batu bara sebesar 87 persen. Sedangkan EBT berkisar 13 persen.

"Yang perlu dicermati penggunaan minyak sekitar 30 persen dari total energi nasional yang dipergunakan untuk sektor transportasi," ucap Harris.

Sedangkan konsumsi minyak yang dibutuhkan sebesar 1,5 juta barel per hari dan jumlah produksi nasional industri hulu minyak berkisar 600.000 barel per hari.

Baca juga : Diakui Zulhas, Menuju Swasembada Pangan Itu Ruwet

Lebih lanjut Harris mengatakan, sektor batu bara yang ketersediaannya masih puluhan tahun lagi dan produksinya mencapai 700 juta ton per tahun (100 juta ton dipergunakan di dalam negeri) tetapi sektor ini dianggap menimbulkan terjadinya emisi gas rumah kaca.

Oleh karena itu menurut Haris, perlu dikembangkannya EBT yang diharapkan kelak dapat menggantikan peran batu bara.

Ia menambahkan potensi EBT Indonesia masih cukup besar, diantaranya energi surya, mencapai 3.294 Gigawatt (GW) dan pemanfaatannya 675 MW.

Adsense

Selain itu terdapat energi angin dengan potensinya sebesar 155 GW dan pemanfaatannya mencapai 152 MW. Sedang energi hidro potensinya 95 GW dan pemanfaatannya 6.697 MW.

Untuk potensi energi laut sebesar 63 GW dan pemanfaatannya 0 (masih dalam penelitian). Sementara untuk Geo Energi potensinya 57 GW dan pemanfaatannya 3.408 MW.

Baca juga : Nongkrong Bareng Twister Hadirkan Keseruan Positif Bagi Generasi Muda

"Berdasarkan data tersebut, peluang pengembangan EBT masih sangat terbuka luas," ujar Harris.

Sementara itu, Ketua IKA FTG Unpad, Surya Widyantoro mengatakan potensi EBT di Indonesia harus dimanfaatkan dan akan memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi nasional dan menurunkan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

"EBT bisa mengurangi ketergantungan ini dan meningkatkan ketahanan energi nasional," ujar Surya.

Menurut Kementerian ESDM dalam Buku Potensi Panas Bumi, di Jawa Barat ada 11 wilayah yang ditetapkan sebagai WKP (Wilayah Kerja Panas Bumi). Ke-11 WKP tersebut diantranya WKP Cibeureum Parabakti, WKP Cibuni, WKP Cisolok Cisukarame, WKP Kamojang Darajat dan WKP Pangalengan.

Sementara itu, Direktur Pusat Pembinaan EBT ICMI Jawa Barat, Muhammad Irwansyah, mengatakan EBT merupakan pengelolaan energi dan proses alam yang berkelanjutan dan dijadikan sebagai energi alternatif serta bersifat ramah lingkungan, sehingga berkontribusi dalam mengatasi pemanasan global dan mengurangi emisi karbon dioksida.

Baca juga : Kadin Indonesia Mitra Strategis Pemerintah

"Penggunaan EBT harus lebih ditingkatkan dan diimplementasikan secara berlanjut dan terus menerus melalui Konservasi Energi, Diversifikasi Energi dan Intensifikasi Energi guna mencapai 23 persen di Tahun 2025 dan 31 persen di Tahun 2050," kata Irwansyah.

Sementara itu, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN)Jawa Barat, Hadi mengatakan potensi EBT di Jabar, cukup besar perlu diimbangi dengan regulasi yang kondusif terhadap para investor sehingga dapat menarik minat investor.

"Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa EBT Jawa Barat mampu mensupport kebutuhan energi nasional," ujar Hadi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense