RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nuroq melakukan kunjungan kerja ke Pabrik AQUA di Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (11/12/2024). Kunjungan bertujuan untuk mengamati secara langsung praktik industri yang telah memanfaatkan material daur ulang dengan bahan baku lokal dalam implementasi ekonomi sirkular.
Agenda kunjungan pabrik dilanjutkan dengan diskusi bersama mitra pengumpulan sampah yang tergabung dalam program Inclusive Recycling Indonesia (IRI), serta kunjungan ke PT Veolia Services Indonesia (Veolia Indonesia). Veolia Indonesia merupakan salah satu pabrik daur ulang dan pemrosesanulang botol PET (Polyethylene Terephthalate) terbesar di Indonesia, sekaligus mitra AQUA dalam penyediaan bahan baku rPET (Recycled Polyethylene Terephthalate).
Dalam kunjungannya, Hanif Faisol mengapresiasi tiga komitmen utama AQUA, yakni komitmen terhadap karyawan, inisiatif pengurangan emisi karbon, serta pelestarian lingkungan. Dia melihat, galon guna ulang merupakan salah satu inovasi penanggulangan sampah plastik. Melalui komitmen tersebut, AQUA berhasil mengurangi penggunaan biji plastik murni sebesar 148 ribu ton per tahun.
"Namun, kami mengajak untuk dapat meningkatkan kontribusi terhadap lingkungan, dengan menggunakan botol kemasan plastik yang dapat diguna ulang. Ke depan, kami berharap AQUA juga dapat meningkatkan kandungan materialdaur ulangnya," ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (11/12/2024)
Baca juga : Teken MoU, RI-Kanada Perkuat Kemitraan Ekonomi
Pemerintah memiliki target sampah terkelola sebesar 100 persen pada 2025, terdiri dari target 30 persen pengurangan sampah dan 70 persen target penanganan sampah melalui peta jalan pengurangan sampah. Pengurangan dapat dilakukan melalui daur ulang, penarikan, dan pemanfaatan kembali.
AQUA Operation Director, Mathieu Lostie, menyatakan, pihak memiliki komitmen jangka panjang dalam menangani sampah plastik di Indonesia. Komitmen itu diwujudkan melalui inisiatif #BijakBerplastik yang berfokus pada pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah, edukasi kepada konsumen dan masyarakat, serta inovasi kemasan produk melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
"Seperti dalam program Inclusive Recycling Indonesia (IRI) yang kami kembangkan bersama dengan Veolia Indonesia,” ujarnya.
Dalam upaya pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah, AQUA berambisi mengumpulkan sampah lebih banyak daripada yang digunakan saat proses produksi. Oleh karenanya, AQUA bekerja sama dengan para mitra untuk mendukung perkembangan ekosistemdaur ulang sampah yang inklusif dan penerapan ekonomi sirkular di Indonesia.
Baca juga : Menperin: Kawasan Industri Percepat Target Ekonomi 8 Persen
Di wilayah Jawa Timur, ujarnya, AQUA bekerja sama dengan mitra pengumpul yang berada di bawah naungan program IRI untuk mengumpulkan botol-botol kemasanplastik yang telah digunakan. Kemasan bekas pakai yang bernilai ekonomi tersebut nantinya diproses dan dijadikan material plastik daur ulang (rPET) oleh Veolia Indonesia.
Material rPET yang telah diproses dengan standar keamanan tinggi dan food grade inilah yang kemudian dijadikan kemasan botol AQUA. Hingga saat ini, seluruh produk AQUA telah mengandung hingga 25 persen kandungan plastik daur ulang.
"Selain itu kami juga memiliki produk dengan kemasan yang terbuatdari 100 persen plastik daur ulang. Bahkan, saat ini 70 persen produk AQUA dikemas dalam kemasan galon yang bisa dikembalikan dan digunakan kembali. Inisiatif ini berhasil mengurangipenggunaan biji plastik murni sebesar 148 ribu ton per tahun,” tambah Mathieu.
Sejak 2020, mitra AQUA di wilayah Jawa Timur berhasil mengumpulkan dan mengirimkan botol kemasan plastik bekas jenis PET lebih dari 40.000 ton botol PET ke Veolia Services Indonesia. Seluruh botol kemasan plastik bekas pakai tersebut dikumpulkan dari seluruh jaringan pengumpulan yang berada di Jawa Timur.
Baca juga : Sinergi Antar Lembaga Perkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional
Hingga saat ini, AQUA telah melibatkan lebih dari 10.000 pemulung melalui 6 Recycling Business Unit (RBU), 2 TPST, 12 TPS3R, 53 collection center dan aggregator, serta 60 bank sampah. Dalam upaya edukasi konsumen dan masyarakat, program edukasi terkait pengelolaan sampah yang dilakukan oleh AQUA bersama para mitra telah menjangkau 19 juta orang.
Dalam upaya inovasi kemasan, AQUA berambisi untuk membuat kemasan 100 persen dapat digunakan kembali, didaur ulang, atau dijadikan kompos. Atas berbagai upaya yang telah dilakukan oleh AQUA bersama para mitra telah membuat perusahaan berhasil mengumpulkan lebih dari 22.000 ton sampah plastik per tahunnya.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama. Dengan dukungan pemerintah, mitra, dan masyarakat, AQUA berkomitmen untuk terus menjalankan inisiatif #BijakBerplastik agar kita dapat bersama-sama mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, serta mewariskan lingkungan yang lestari untuk generasi muda di masa mendatang," tutup Mathieu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.