Dark/Light Mode

Menteri Riefky Ajak Pelaku Ekraf Bersinergi Majukan Ekonomi Kreatif

Kamis, 14 November 2024 23:19 WIB
Menteri Riefky Ajak Pelaku Ekraf Bersinergi Majukan Ekonomi Kreatif

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengingatkan, pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.

Dalam pertemuan yang digelar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (14/11/2024), Riefky bersama Wakil Menteri Ekraf Irene Umar menekankan, perlunya kolaborasi lintas sektor demi mendukung ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru.

“Kami terbuka untuk mendefinisikan lebih lanjut subsektor mana yang lebih berfokus pada ekonomi kreatif, perindustrian, atau kebudayaan, sehingga langkah yang kita ambil semakin terarah. Ekonomi kreatif kita harapkan menjadi kekuatan baru bagi ekonomi Indonesia,” kata Riefky.

Baca juga : Ekraf Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi RI

Acara ini melibatkan lebih dari 200 praktisi dari berbagai subsektor ekonomi kreatif, yang berdiskusi mengenai sinergi dengan kementerian lainnya seperti Kementerian Kebudayaan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Komunikasi dan Digital. Melalui sinergi ini, pemerintah berupaya mengatasi distorsi dan deviasi yang terjadi antara kebijakan pemerintah dan praktik para pelaku industri.

Gupta Sitorus, pendiri Museum Boga Indonesia menyampaikan, kondisi saat ini masih menghadapi tantangan dalam hal sinkronisasi antara kebijakan pemerintah dan kegiatan ekonomi kreatif. “Kita perlu duduk bersama untuk mengurangi ketidaksesuaian ini dan mencari jalan sinergi,” ujar Gupta.

Pertemuan ini juga membahas isu klasterisasi subsektor ekonomi kreatif di luar 17 subsektor yang sudah ada, serta usulan penyusunan rencana strategis yang lebih komprehensif. Selain kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), para praktisi juga mengusulkan penggunaan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebagai indikator alternatif untuk menilai performa subsektor.

Baca juga : Menteri Riefky: Ekonomi Kreatif Mesin Pertumbuhan Baru Ekonomi RI

“Selain PDB, kita bisa melihat kontribusi subsektor kreatif melalui CAGR sebagai alat pengukur kemajuan,” jelas Ritchie Ned Hansel, Ketua Asosiasi Desain Grafis Indonesia.

MenEkraf dan para peserta diskusi bersepakat untuk melibatkan masukan ini sebagai bagian dari pengembangan strategi ke depan. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyatakan bahwa usulan yang diterima akan menjadi bahan penting dalam penyusunan langkah selanjutnya. “Sebagai pengusaha, saya memahami perjuangan para pelaku ekonomi kreatif. Masukan ini akan menjadi catatan penting dalam mendorong ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan menuju Indonesia Emas,” ujar Irene.

Ketua Komite Ekraf Jakarta, Diaz Hensuk, optimistis bahwa KemenEkraf dapat menjadi fasilitator yang baik bagi para pelaku ekonomi kreatif. “Dengan waktu baru 25 hari, saya melihat harapan yang besar dari Pak Menteri dan Bu Wamen sebagai fasilitator bagi ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Baca juga : Mendes Dorong Desa Pasok Pangan Program Makan Bergizi Gratis

Pertemuan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh industri kreatif, seperti Svida Alisjahbana (Pendiri Jakarta Fashion Week), Ivan Chen (Pendiri Anantarupa Studio), serta para pejabat Kemenparekraf/Baparekraf lainnya yang siap mendukung upaya ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.