RM.id Rakyat Merdeka - PT Hero Global Investment Tbk (HGII), perusahaan induk di sektor energi baru terbarukan (EBT), akan melaksanakan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dalam waktu dekat.
Langkah ini menjadi tonggak sejarah bagi HGII yang didirikan pada 2010 dan bertujuan untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pemimpin dalam pengembangan energi hijau di Indonesia.
Baca juga : Ruko Quantum Commercial Laris Manis, Summarecon Serpong Raup Rp 90 M
Direktur Utama HGII, Robin Sunyoto, menjelaskan, IPO ini sejalan dengan visi perusahaan untuk memperluas cakupan energi terbarukan dan mendukung target pemerintah mencapai bauran energi bersih serta net zero emission (NZE) pada 2060. “Kami berkomitmen mengelola pembangkit EBT hingga 100 MW pada tahun 2031. IPO ini juga menjadi langkah strategis untuk menjalankan bisnis berkelanjutan dengan prinsip tata kelola yang baik dan efisiensi operasional,” ujarnya.
Saat ini, HGII telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Parmonangan-1 (9 MW) dan Parmonangan-2 (10 MW) di Tapanuli Utara, Sumatra Utara, melalui anak perusahaan PT Seluma Clean Energy (SCE) dan PT Bina Godang Energi (BGE). Selain itu, HGII juga memiliki saham minoritas di Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Ujung Batu berkapasitas 3 MW di Riau.
Baca juga : Lima Smelter Dituntut Bayar Kerugian Negara Rp 152,3 T
Melalui dana IPO, HGII merencanakan ekspansi besar-besaran di sektor EBT, termasuk pengembangan PLTA 25 MW dan PLTM 10 MW di Sumatra Utara. Robin menyebutkan bahwa sekitar 66 persen dana IPO akan digunakan untuk proyek PLTA, 31 persen untuk PLTM, dan sisanya untuk modal kerja serta studi awal proyek energi terbarukan lainnya seperti biomassa, biogas, dan tenaga surya.
HGII akan menawarkan hingga 1,3 miliar lembar saham atau setara 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Rentang harga saham berada pada Rp 200 – Rp 230 per lembar dengan target perolehan dana maksimal Rp 299 miliar. Periode penawaran awal berlangsung pada 18–23 Desember 2024, sementara masa penawaran umum dijadwalkan pada 3–7 Januari 2025. Saham HGII akan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Januari 2025. PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT UOB Kay Hian Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Baca juga : DKI Borong 47 Medali Di Kejurnas Sepatu Roda Piala Ibu Negara 2024
Indonesia memiliki potensi energi terbarukan sebesar 3.687 GW, tetapi pemanfaatannya baru mencapai 0,3 persen atau sekitar 13.781 MW, berdasarkan data Kementerian ESDM per semester II-2024. HGII optimistis terhadap peluang besar di sektor ini, dengan proyek-proyek pipeline seperti hidro (58 MW), biomassa (8 MW), biogas (6 MW), dan tenaga surya (10 MW).
“Langkah IPO ini memperkuat komitmen kami untuk terus berkembang secara berkelanjutan dan menjadi pemain utama di industri energi hijau Indonesia,” tutup Robin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.