RM.id Rakyat Merdeka - PLN Nusantara Power (PLN NP) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi di Indonesia. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengembangan Kawasan Industri Subang Smartpolitan berbasis energi bersih melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Shareholders Agreement (SHA) antara PT PLN Nusantara Renewables (PLN NR) dan PT Surya Subang Smartpolitan (SSS) pada Selasa, 17 Desember 2024, di Kantor Pusat PT PLN (Persero), Jakarta.
Kesepakatan ini ditandatangani oleh Direktur Utama PLN NR Harjono dan Direktur PT Surya Subang Smartpolitan Didi Wihardi, disaksikan oleh Direktur Perencanaan dan Pengembangan PLN (Persero) Hartanto Wibowo, Direktur Utama PLN NP Ruly Firmansyah, dan Wakil Presiden Direktur PT Suryacipta Swadaya Wilson Effendy.
Baca juga : Dukung Arus Nataru, Menko AHY Tegaskan Tol Klaten-Prambanan Siap Fungsional
Proyek PLTS Subang Smartpolitan yang memiliki kapasitas 18 MWp dirancang untuk mendukung pengembangan kawasan industri terpadu berbasis energi baru terbarukan (EBT).
Dengan keberadaan fasilitas energi bersih dan berkelanjutan, proyek ini memperkuat daya saing kawasan Subang Smartpolitan sebagai kawasan industri modern dan ramah lingkungan di Jawa Barat.
Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah, menyatakan bahwa pengembangan PLTS di Subang Smartpolitan merupakan bagian dari komitmen PLN NP dalam menghadirkan energi bersih dan efisien di Indonesia.
Baca juga : Dukung Sepak Bola Indonesia, Sinar Mas Kembali Jadi Sponsor Timnas
“PLTS Subang Smartpolitan adalah langkah nyata PLN Nusantara Power dalam mendukung percepatan transisi energi sekaligus memastikan penyediaan listrik berbasis energi bersih yang andal dan efisien. Proyek ini tidak hanya menambah portofolio pembangkit EBT kami, tetapi juga mendukung daya saing industri di kawasan Subang Smartpolitan,” ujar Ruly.
Pengembangan PLTS ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara PT PLN (Persero) dan PT Suryacipta Swadaya pada 5 April 2023.
Selain itu, proyek ini menjadi salah satu upaya PLN NP dalam mendukung target pemerintah untuk mencapai net zero emission pada 2060.
Baca juga : Dukung Kementan, TNI AD Siap Kerahkan Pasukan Wujudkan Swasembada Pangan
Direktur Utama PLN Nusantara Renewables, Harjono, mengungkapkan optimisme terhadap percepatan transisi energi di Indonesia.
“Sebagai perusahaan investasi, PLN Nusantara Renewables terus menggali potensi pengembangan bisnis pembangkit listrik berbasis EBT. Proyek additional demand di Kawasan Industri Smartpolitan menunjukkan bahwa semua pihak memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam pengembangan energi hijau di Indonesia. Kami berharap inisiatif ini akan membuka lebih banyak peluang kolaborasi antara PLN Group dan para pemangku kepentingan untuk mempercepat transisi energi,” ungkap Harjono.
Dengan pengembangan PLTS Subang Smartpolitan, PLN Nusantara Power terus membuktikan komitmennya untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.