RM.id Rakyat Merdeka - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) meraih penghargaan kategori Gold Star Award untuk Perusahaan non Emiten, pada ajang Investortrust ESG Awards 2024.
Penghargaan ini diberikan atas berbagai inisiatif dalam mendorong implementasi prinsip Environment, Social dan Governance (ESG) dalam aktivitas operasional perusahaan.
Senior Vice President (SVP) Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Teguh Ismartono mengatakan, capaian ini menegaskan keberhasilan perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, serta tata kelola dengan finansial yang baik. Serta, menghadirkan keseimbangan pencapaian finansial yang berkelanjutan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Teguh menilai, penerapan ESG sangat penting dalam memenuhi tuntutan industri masa kini, disamping juga kebutuhan untuk mengelola energi secara efisien. Sehingga, perusahaan dapat terus meningkatkan kinerja khususnya terkait profitabilitas.
Dari pencapaian ini, pihaknya tak hanya memperkuat posisi sebagai perusahaan terdepan di sektor pupuk dan petrokimia, tetapi juga menjadi contoh bagi industri sejenis dalam mengintegrasikan keberlanjutan sebagai salah satu strategi bisnis.
Baca juga : Masuk Tiga Besar, Telkom Raih Peringkat Ke 2 Badan Publik Informatif 2024
"Sesuai prinsip ESG, kami terus berinovasi dan menghadirkan solusi yang sejalan dengan kebutuhan industri global, serta menjaga keberlanjutan lingkungan, hingga masyarakat sekitar,” ujar Teguh, melalui siaran pers, Senin (23/12/2024).
Teguh menjelaskan, implementasi ESG Pupuk Kaltim pada berbagai program dan kebijakan, terlihat salah satunya adalah efisiensi energi melalui dalam aktivitas produksi. Seperti, revamping Pabrik 2 untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi konsumsi gas yang berdampak pada penurunan emisi CO2 (Karbondioksida).
Menurutnya, pabrik ini ditargetkan mampu menurunkan konsumsi energi sebesar 4 MMBtu per ton amonia. Sehingga, turut menekan emisi CO2 setara dengan penurunan emisi sebesar 110.000 ton CO2 per tahun, yang didukung implementasi teknologi ramah lingkungan.
Langkah signifikan lainnya, sambung dia, dilakukan melalui penggunaan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) atap di kawasan perkantoran perusahaan. Serta, konversi kendaraan listrik untuk operasional yang juga telah didukung Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL), guna menekan penggunaan energi fosil.
Hal ini, kata Teguh, bagian dari roadmap dekarbonisasi perseroan guna mendukung upaya Pemerintah mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Baca juga : Banyak Direview Positif, Sejumlah Brand Sabet Top Customer Satisfaction Award 2024
Selain itu, program konservasi lingkungan seperti reboisasi dan rehabilitasi lahan kritis juga digiatkan melalui Community Forest, dengan target realisasi 10 juta pohon di tahun 2030.
Teguh menekankan, langkah ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemberdayaan dan edukasi lingkungan.
"Terbaru, kami juga menggiatkan kembali penggunaan kompos, sekaligus mendorong terciptanya ekonomi sirkular di sektor pertanian," katanya.
Teguh meyakini, hal ini dapat menjadi solusi efektif untuk menghadapi tantangan global terkait keamanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Bahkan, pihaknya akan terus meningkatkan realisasi ESG dalam keberlanjutan bisnis perusahaan, dengan menjalin kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak secara berkesinambungan.
"Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, kami optimistis untuk menjadi pelopor industri berbasis ESG di Indonesia, dengan mengintegrasikan keberlanjutan dalam strategi bisnis," ungkap Teguh.
Baca juga : OJK Kembali Raih Predikat Badan Publik Dengan kategori Informatif 2024
Di kesempatan yang sama, Chief Executive Officer (CEO) Investortrust Indonesia Primus Dorimulu mengatakan, penghargaan ini bentuk pengakuan atas keberhasilan PKT di Indonesia dalam menerapkan ESG. Sehingga, dapat meningkatkan reputasi dan kredibilitas di mata pemangku kepentingan.
Selain itu, memberikan keunggulan kompetitif perusahaan di pangsa pasar sesuai tuntutan industri masa kini.
Adapun, kategori Gold Star Award dilihat berdasarkan pengelolaan risiko ESG yang sangat baik, dengan menampilkan tingkat Disclosure ESG yang tinggi, diikuti performa keuangan, saham maupun obligasi yang kuat dalam satu tahun terakhir.
“Penghargaan ini diharap menjadi media untuk mempublikasikan contoh sukses penerapan ESG di Indonesia. Serta, memungkinkan pelaku lain untuk belajar dan meniru praktik baik yang telah terbukti berhasil,” ujar Primus.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.