BREAKING NEWS
 

Program Inklusi Pertamina Majukan Komunitas Difabel Sobat Istimewa Ubud

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 24 Desember 2024 14:34 WIB
Program Sahabat Disabilitas Ubud. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) melalui subholdingnya PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Jatim Balinus, unit operasi Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, menginisiasi Program Sahabat Disabilitas Ubud. 

Sebagai bagian dari program Sobat Istimewa, yakni pemberdayaan komunitas difabel untuk lebih mandiri dan berdaya saing, Pertamina melakukan peningkatan kapasitas kelompok difabel Yayasan Cahaya Mutiara Ubud. 

VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengatakan, sejumlah 42 orang Sobat Istimewa berkarya di yayasan tersebut telah mendapat pendampingan dari Pertamina sejak tahun 2023. Pendampingan dilakukan untuk meningkatkan keterampilan diri sesuai potensi yang ada dalam dirinya dan meningkatkan kepercayaan diri dan kapabilitas.

Baca juga : Menkomdigi: Pemerintah Siapkan 5 Prioritas Strategi AI Nasional

“Sobat Istimewa menjadi salah satu komunitas yang menjadi perhatian Pertamina, sejalan dengan program inklusi yang kami jalankan sebagai perusahaan berkelanjutan. Pertamina mendorong komunitas Sobat Istimewa untuk dapat mandiri, menjadi SDM yang unggul, bahkan bisa berkontribusi untuk pembangunan bangsa dan negara,” jelas Fadjar. 

Adsense

Dia menambahkan, program pendampingan Pertamina pada Yayasan Cahaya Mutiara Ubud yakni pengembangan kapasitas berupa pelatihan menjahit, digital marketing dan pengelolaan keuangan. Pertamina juga melakukan perbaikan infrastruktur, serta berbagai dukungan pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dijalankan oleh Sobat Istimewa. 

Melalui program ini, Fadjar mengungkapkan, dapat menghasilkan omzet usaha hingga rata-rata Rp60 juta per tahun. Bahkan, sembilan Sobat Istimewa telah masuk dalam dunia kerja dan 16 Sobat Istimewa memiliki prestasi di bidangnya masing-masing. Seperti, Nengah Wani salah satu anggota Yayasan Mutiara Ubud yang telah bergabung sejak tahun 2018, kini semakin mahir melakukan tarian tradisional bali dan kreasi modern.

Baca juga : Rayakan Perjalanan 10 Tahun, Komunitas Rumah Pencerah Siap Lahirkan Generasi Emas

“Melalui dukungan yang diberikan Pertamina, saya dan teman-teman makin bersemangat. Kami memiliki wadah dan bisa berkembang. Program ini pun bisa menghapus stigma masyarakat terhadap komunitas difabel,” jelas Nengah. 

Nengah Wani turut menjadi salah satu penampil pada kunjungan Direktur Utama Pertamina ke Desa Energi Berdikari (DEB) Uma Palak Lestari di Denpasar Utara, Bali. Pada kunjungan tersebut, Nengah dan anggota penari Yayasan Mutiara Ubud lainnya mendemonstrasikan tari tradisional Bali dan mendapat sambutan positif dari Manajemen Pertamina Group yang hadir.  

"Dengan pendampingan dan program pengembangan dari Pertamina, pada akhirnya, kami mampu untuk menghasilkan sesuatu untuk kesejahteraan kami di yayasan, baik secara individu maupun organisasi”, ujarnya.

Baca juga : Jelang Nataru, Pertamina Pastikan Kebutuhan Energi Nasional Aman

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense