BREAKING NEWS
 

Manufaktur Kembali Ekspansif, Kemenkeu Optimistis Ekonomi Tumbuh

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Jumat, 3 Januari 2025 11:52 WIB
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) optimistis target pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen pada 2024 akan tercapai, didukung oleh kembalinya aktivitas manufaktur ke zona ekspansif.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu menyatakan, perbaikan sektor manufaktur mencerminkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global dan domestik.

“Pemerintah makin optimistis pertumbuhan ekonomi lebih dari 5 persen untuk tahun 2024 dapat tercapai,” kata Febrio seperti dikutip Antara, Jumat (3/1/2025).

Baca juga : Pengusaha Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh Di 2025

Data Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia menunjukkan peningkatan dari 49,6 pada November menjadi 51,2 pada Desember 2024, yang merupakan level tertinggi sejak Mei 2024. Hal ini berbeda dengan negara-negara ASEAN lainnya seperti Vietnam dan Malaysia, yang mencatatkan PMI di bawah 50, masing-masing pada 49,8 dan 48,6, yang menandakan kontraksi.

Adsense

Menurut Febrio, pemulihan sektor manufaktur didorong oleh peningkatan produksi dan permintaan baru, baik dari pasar domestik maupun internasional, terutama menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Selain itu, beberapa indikator ekonomi turut menguat, seperti kenaikan Indeks Penjualan Ritel (IPR) sebesar 1,7 persen (yoy) pada November 2024 dan peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) ke level 125,9 pada bulan yang sama.

“Perkembangan ini mencerminkan daya beli masyarakat yang terus meningkat dan optimisme terhadap kondisi ekonomi yang lebih baik, di tengah inflasi yang terkendali,” tambah Febrio.

Baca juga : Kembali Pingsan, Ibunda Helena Lim Minta Anaknya Pulang

Peningkatan PMI juga mencerminkan optimisme pelaku usaha, dengan kenaikan jumlah persediaan barang jadi dan penyerapan tenaga kerja yang lebih ekspansif.

Pemerintah berkomitmen menjaga momentum ini melalui kebijakan fiskal yang mendukung, termasuk melindungi daya beli masyarakat, menciptakan iklim usaha yang kondusif, dan menjaga inflasi pada level yang terkendali.

“Konsumsi domestik dan aktivitas industri tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang sekaligus menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan 2025,” tutup Febrio.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense