Dark/Light Mode

Tangani Wabah ASF Di Nabire, Kementan Gercep Distribusikan Puluhan Ribu Serum

Jumat, 13 Desember 2024 20:33 WIB
Staf Khusus Menteri Pertanian Hasil Sembiring saat menyerahkan secara simbolis bantuan serum Konvalesen SCoVet ASF, kepada Dinas Peternakan Kab. Nabire, Kamis (12/12/2024). Foto: Istimewa
Staf Khusus Menteri Pertanian Hasil Sembiring saat menyerahkan secara simbolis bantuan serum Konvalesen SCoVet ASF, kepada Dinas Peternakan Kab. Nabire, Kamis (12/12/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) bertindak cepat merespons wabah African Swine Fever (ASF) yang melanda peternakan babi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Penyakit ini menimbulkan ancaman serius bagi peternak akibat tingkat penularannya yang tinggi dan dampak fatal pada ternak.

Baca juga : Jelang Nataru, Pertamina Pastikan Kebutuhan Energi Nasional Aman

Sebagai upaya konkret, Kementan melalui Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah mendistribusikan serum konvalesen SCoVet ASF.

Sebanyak 40.000 dosis serum ini dikirim secara bertahap melalui Dinas Peternakan Kabupaten Nabire. Langkah ini diharapkan dapat menekan penyebaran virus dan menurunkan angka kematian ternak akibat ASF.

Baca juga : Hadapi Libur Nataru, Kementerian PU Pastikan Jalan Nasional Bebas Lubang

"Pengiriman serum ini merupakan upaya nyata pemerintah dalam membantu peternak menghadapi wabah ASF. Kami berharap SCoVet ASF dapat menjadi solusi yang efektif untuk menyelamatkan populasi babi di Nabire," kata Kepala BBVF Pusvetma, Edy Budi Susila dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/12/2024).

Selain distribusi serum, Kementan juga mengimbau peternak dan masyarakat untuk mematuhi protokol biosekuriti, melapor jika terdapat indikasi wabah, serta bekerja sama dengan otoritas setempat dalam pelaksanaan program penanggulangan ASF.

Baca juga : Berantas Judi Online, Kemenag Kerahkan 5.940 KUA dan 50 Ribu Penyuluh Agama

Kementan berkomitmen mendukung keberlanjutan sektor peternakan di Indonesia. Langkah ini tidak hanya menjaga kesehatan hewan tetapi juga membantu meminimalkan dampak ekonomi akibat wabah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.