BREAKING NEWS
 

Pengukuhan Anindya Bakrie Ketum Kadin Dihadiri Presiden dan 26 Anggota Kabinet

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Minggu, 19 Januari 2025 19:32 WIB
Jajaran Kabinet Merah Putih menghadiri pengukuhan Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia (Foto: Dok. Kadin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan dalam Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, di The RitzCarlton, Jakarta, Kamis (16/1/2025). Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih tampak hadir di Ballroom, Hotel The Ritz-Carlton, menyaksikan acara yang mengagendakan pengukuhan Anindya Novyan Bakrie sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia dan M Arsjad Rasjid PM sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia.

Sebanyak 26 anggota Kabinet Merah Putih hadir dalam pengukuhan tersebut, menunjukkan dukungan besar Pemerintah pada Kadin Indonesia. Berdasarkan amanah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987, Kadin merupakan mitra strategis pemerintah dalam mengembangan dunia usaha dan menumbuhkan perekonomian.

Tampak mendampingi Presiden Prabowo dalam acara tersebut adalah Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Ketua Dewan Kehormatan Kadin Indonesia Rosan P Roeslani dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Selain Rosan dan Teddy, sejumlah menteri dan pimpinan lembaga Kabinet Merah Putih juga turut hadir dalam acara tersebut.

Berikut daftar menteri dan setara menteri yang menghadiri Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia:

  1. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
  2. Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono
  3. Menko Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra
  4. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P Roeslani
  5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini
  6. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro
  7. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana
  8. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait
  9. Menteri Luar Negeri Sugiono
  10. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
  11. Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi
  12. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
  13. Menteri Hukum Supratman Andi Agtas
  14. Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding
  15. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
  16. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy
  17. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono
  18. Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai
  19. Menteri Ketenagakerjaan Yassierly
  20. Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara
  21. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid
  22. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto
  23. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya
  24. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi
  25. Kepala Staf Kepresidenan Letjen TNI (Purn) AM Putranto
  26. Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana.

Baca juga : Anindya Akan Dikukuhkan sebagai Ketua Umum Kadin, Dihadiri Presiden Prabowo

Dalam pengarahannya, Presiden Prabowo mengapresiasi Kadin Indonesia atas suksesnya pelaksanaan musyawarah yang menekankan pentingnya persatuan di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Kepala Negara menekankan persatuan menjadi kebutuhan mendesak bagi Indonesia untuk menghadapi persaingan geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi dunia.

"Berkali-kali, di mana-mana saya mengatakan di tengah dinamika geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi dunia persaingan makin keras antara blok-blok ekonomi, antara kekuatan-kekuatan besar dalam persaingan yang keras itu, makin diperlukan kehati-hatian oleh semua unsur bangsa-bangsa, terutama bangsa-bangsa seperti Indonesia," kata Presiden.

Dia juga menyerukan pentingnya kolaborasi dan persatuan di antara pengusaha Indonesia dalam upaya mendorong kemakmuran bangsa.

Adsense

"Persaingan itu bagus, tetapi bukan untuk saling mematikan. Mari kita bersaing bersama menuju kemakmuran rakyat. Rakyat butuh kemakmuran, dan itu dipimpin oleh para pengusaha," kata Presiden.

Baca juga : Menhan: Kopassus Harus Bekali Diri dengan Teknik Kemanusiaan

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan keyakinannya Indonesia mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Keyakinan ini berdasarkan indikator dan kondisi ekonomi nasional yang dipelajarinya selama tiga bulan memimpin Indonesia.

"Saya baru menginjak bulan ketiga memimpin pemerintahan Republik Indonesia. Makin saya mempelajari keadaan perekonomian kita, saya makin merasa percaya diri, saya merasa optimis, saya percaya, yakin kita akan mencapai bahkan mungkin melebihi 8 persen pertumbuhan" kata Presiden.

Guna mencapai hal tersebut, Presiden mengingatkan pengelolaan ekonomi harus dilakukan secara efisien dan berbasis pada logika serta perhitungan yang akurat. Ia menekankan pemborosan dan praktik yang tidak efisien harus dihentikan.

"Tidak mungkin ada organisasi yang survive kalau pengeluaran lebih besar dari pemasukan. Karena itu, saya bertekad memimpin suatu pemerintahan yang efisien," ungkap Presiden.

Baca juga : Anindya Bakrie Sebutkan 4 Sektor Utama Kerja Sama Indonesia dan Pakistan

Dalam sambutannya, Presiden juga menyoroti pentingnya peran sektor swasta dalam pembangunan nasional, khususnya di bidang infrastruktur. Presiden menegaskan bahwa ia tidak menghentikan proyek-proyek infrastruktur melainkan menyerahkan sebagian proyek kepada swasta supaya lebih efisien.

"Ada yang mengatakan saya menghentikan proyek-proyek infrastruktur, tidak benar, saya tidak menghentikan. Saya mengubah infrastruktur akan sebagian besar saya serahkan kepada swasta untuk membangun," ucap Presiden.

Selain infrastruktur, Presiden mengungkapkan program swasembada pangan dan energi terbarukan juga menjadi prioritas utama pemerintahannya. Presiden optimistis pencapaian tersebut dapat diraih lebih cepat dari target.

"Target kita makin jelas, swasembada pangan kita rencanakan 4 tahun ternyata kita akan kaget jauh sebelum 4 tahun kita sudah swasembada pangan. Swasembada energi demikian juga, kita negara tidak banyak di dunia yang akan memiliki green energy, kita akan memiliki energi terbarukan yang utuh dan yang substansial," jelas Presiden.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense