RM.id Rakyat Merdeka - Memperkuat stabilitas politik, hukum dan keamanan, melakukan transformasi serta sinergi antara lembaga, merupakan kunci perekonomian kita tumbuh lebih tinggi lagi di tengah kondisi geopolitik global yang bergejolak.
Hal itu diungkapkan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat memberikan keynote speech dalam acara ‘Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2024 Sebagai Pelaksanaan Transparansi Kebijakan Bank Indonesia Kepala Publik’ di Jakarta, Rabu (22/1/2025).
Hadir di acara itu, Menteri Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Maman Abdurrahman, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu dan para Deputi Gubernur BI.
Perry menegaskan, BI mendukung penuh program Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Mari kita bangun optimisme agar perekonomian kita tumbuh lebih tinggi. BI juga berkomitmen menjaga stabilitas rupiah dan inflasi,” kata Perry.
Salah satu bentuk dukungan BI adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, stabilitas moneter serta bekerja sama dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Baca juga : 694 Gedung Di DKI Nggak Punya Proteksi Kebakaran
“BI memastikan nilai tukar rupiah stabil, termasuk dengan intervensi pasar spot, forward dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder,” tegasnya.
Perry mengatakan, BI juga berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, khususnya dalam pembelian SBN di pasar sekunder dan debt switching sebesar kurang lebih Rp 100 triliun.
“Langkah ini mendukung pembiayaan fiskal dan program Pemerintah,” ujarnya.
Perry optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 akan mencapai 4,7 persen sampai 5,5 persen, dengan inflasi terkendali di 2,5 persen plus minus 1 persen.
Pertumbuhan kredit diperkirakan mencapai 11 persen sampai 13 persen, didukung digitalisasi ekonomi yang terus berkembang.
“Pertumbuhan ekonomi tahun ini akan lebih baik dari 2024 dan terus meningkat di tahun-tahun mendatang,” imbuhnya.
Baca juga : Momen Bangkit Tim Setan Merah
Sebelumnya, BI juga menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menyebutkan tiga pesan utama terkait perekonomian Indonesia. Pertama, prospek ekonomi nasional tetap terjaga meski ketidakpastian global meningkat.
Kedua, sinergi kebijakan yang mendukung transformasi ekonomi nasional. Ketiga, dukungan BI dalam menjaga stabilitas melalui bauran kebijakan yang mendukung transformasi ekonomi nasional, termasuk Asta Cita Pemerintah.
Menurut Aida, program Asta Cita, terutama terkait proyek swasembada pangan, dapat meningkatkan produktivitas ekonomi dan menekan impor.
“Upaya meningkatkan produksi dalam negeri, seperti beras, jagung dan gula, akan mendukung pengendalian inflasi,” jelasnya.
Peluncuran LPI
Baca juga : Megatron Menggelegar
Dalam kesempatan itu juga, Perry menekankan peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) adalah wujud transparansi BI kepada publik, sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) BI dan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Menurut Perry, dengan tema Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional, BI ingin menunjukkan pentingnya sinergi, stabilitas dan transformasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Dia juga mengapresiasi visi Presiden Prabowo yang fokus pada sinergi, stabilitas dan transformasi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
“Dari dekade ke dekade, Indonesia menghadapi berbagai tantangan, tetapi berhasil mensejahterakan. Ini dilakukan dengan sinergi, tak bekerja sendiri-sendiri. Bersatu agar negara dan ekonomi kuat mendukung kesejahteraan rakyat,” tutur Perry.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.