RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah didorong terus membenahi iklim investasi di sektor energi agar target swasembada energi cepat tercapai. Sebab, saat ini proses pembangunan pembangkit listrik masih membutuhkan waktu panjang.
Peresmian 26 proyek pembangkit listrik belum lama ini patut mendapatkan apresiasi karena memberi kontribusi positif dalam mendukung swasembada energi.
Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai, kapasitas proyek kelistrikan tersebut cukup besar.
“Saya lihat, dengan peresmian itu, Presiden Prabowo Subianto peduli dengan ketersediaan pasokan listrik,” ujar Fabby kepada Rakyat Merdeka, Selasa (21/1/2025).
Baca juga : Pengunjung Parkir Di Trotoar Bakal Diderek
Namun Fabby berharap, Presiden mengamati masa waktu pembangunan pembangkit listrik tersebut. Sebab, hal ini erat kaitannya dengan target yang ingin dicapai Pemerintah menuju energi bersih.
Ia mencontohkan, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede, atau pembangkit lainnya membutuhkan waktu pembangunan di atas 7-8 tahun, bahkan PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) di atas 10 tahun.
Dia menekankan, pembangkit tersebut adalah sumber Energi Baru dan Terbarukan (EBT), yang dibutuhkan untuk transisi energi.
“Kalau pembangunannya memakan waktu lama, bagaimana bisa mencapai target sesuai waktu. Khawatirnya, itu bisa menghambat transisi energi kita,” ucapnya.
Baca juga : Barcelona Vs Valencia, Misi Barca Jaga Asa Juara
Padahal, imbuhnya, Presiden Prabowo menargetkan Indonesia akan mencapai energi baru terbarukan 100 persen dalam kurun waktu 10 tahun dari sekarang.
Serta akan menghentikan pembangkit listrik energi fosil atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dalam kurun waktu 15 tahun dari sekarang, atau paling tidak di 2040.
“Sebaiknya bisa dipangkas waktu dan prosesnya, mulai dari perencanaan, pelelangan, hingga waktu operasinya. Jika tidak, dalam satu tahun hanya mampu membangun pembangkit dengan kapasitas 1 Giga Watt (GW). Itu jauh dari target,” katanya.
Untuk itu, diharapkannya, Pemerintah bisa membenahi investasi di sektor energi, khususnya kelistrikan.
Baca juga : Keys Patahkan Sabalenka
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menggelar seremoni peresmian proyek strategis ketenagalistrikan terbesar di PLTA Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, pada Senin (20/1/2025). Yang mana, dari 26 pembangkit listrik yang diresmikan, 89 persennya bersumber dari pemanfaatan potensi energi bersih.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.