BREAKING NEWS
 

Revisi Aturan DHE SDA Beri Dampak Positif

Cadangan Devisa Berpotensi Meningkat Rp 1.455 Triliun

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Minggu, 26 Januari 2025 07:10 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga HarĀ­tarto. Sumber ekon.go.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah telah memperbarui aturan terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA). Kebijakan ini diambil untuk memperkuat ketahanan dan stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan geopolitik global.

Dalam revisi tersebut, eksportir diwajibkan menyimpan 100 persen DHE SDA di dalam negeri selama minimal satu tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Har­tarto menyebut, aturan ini ber­potensi meningkatkan cadangan devisa hingga 90 miliar dolar ASatau setara Rp 1.455 triliun (kurs Rp 16.170 per dolar AS).

Baca juga : Pemerintah Didorong Benahi Iklim Investasi

“Peraturan Pemerintah (PP)- nya sedang dalam proses har­monisasi dan akan dikoordinasi­kan dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta perbankan,” ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (21/1/2025)

Aturan ini merupakan revisi dari kebijakan sebelumnya yang hanya mewajibkan 30 persen DHE SDA disimpan di dalam negeri selama tiga bulan.

Airlangga memastikan kebi­jakan ini dirancang, agar tidak memberatkan eksportir dan tetap menjaga kinerja ekspor nasional.

Baca juga : Pengunjung Parkir Di Trotoar Bakal Diderek

Dalam peraturan terbaru, Pe­merintah memberikan pengecualian bagi eksportir kecil dengan nilai ekspor di bawah 250 ribu dolar ASper transaksi.

Langkah ini dilakukan untuk melindungi pelaku usaha kecil dan memastikan mereka tetap kompetitif di pasar interna­sional.

Insentif Buat Eksportir

Pemerintah menjanjikan ber­bagai insentif untuk mendukung implementasi kebijakan ini.

Baca juga : Barcelona Vs Valencia, Misi Barca Jaga Asa Juara

Salah satunya adalah pembe­basan Pajak Penghasilan (PPh) atas pendapatan bunga dari instrumen penempatan DHE, yang sebelumnya dikenakan tarif 20 persen.

“Pemerintah juga menye­diakan fasilitas foreign exchange swap dan cash collateral untuk mempermudah eksportir dalam memenuhi kebutuhan likuidi­tas,” jelas Airlangga.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense