BREAKING NEWS
 

Kejar Target Pertumbuhan 8 Persen, Ekonom: Investasi Jadi Faktor Kunci

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 30 Januari 2025 14:49 WIB
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekonom dari Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai ajakan Presiden Prabowo Subianto dan para menterinya kepada investor saat kunjungan ke luar negeri harus diikuti dengan langkah konkret. Salah satunya dengan membentuk wadah dan mekanisme yang responsif dan efisien dalam menyalurkan investasi.

Menurut Nailul, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau dikenal Danantara penting untuk segera diluncurkan. Tujuannya agar bisa bekerja lebih cepat menggaet investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. 

“Danantara memiliki potensi besar untuk menjadi pilar penting dalam pengelolaan investasi di Indonesia. Meskipun sudah ada beberapa lembaga serupa sebelumnya, tetapi Danantara diharapkan bisa menjadi wadah pilihan bagi investor untuk masuk menanamkan modalnya ke Indonesia,” kaya Nailul, dikutip Kamis (30/1/2025).

Nailul menjelaskan, di tengah ketidakpastian ekonomi global, pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang memberikan kepastian bagi investor dalam merealisasikan modal mereka. Terlebih, Presiden Prabowo telah menetapkan target ambisius, yakni pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.

Baca juga : Kebijakan Gas Murah Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Kehadiran Danantara diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi untuk mencapai target tersebut. Menurut Nailul, Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga, tetapi juga perlu sumber pertumbuhan baru, salah satunya investasi.

“Kita membutuhkan sumber pertumbuhan baru, salah satunya investasi. Jika dikelola secara efektif, investasi dapat mendorong peningkatan ekonomi yang signifikan,” ujar Nailul.

Adsense

Investasi penting bagi perekonomian karena selain mampu menciptakan lapangan kerja, juga meningkatkan pendapatan masyarakat serta memberikan tambahan penerimaan negara kepada Pemerintah, sehingga dampaknya ke perekonomian lebih berkualitas dibanding hanya bertumpu pada konsumsi.

Dalam kesempatan terpisah, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Wihana Kirana Jaya, menekankan pentingnya menarik Foreign Direct Investment (FDI) sebagai salah satu langkah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga : Dukung Pertumbuhan Bisnis, Askrindo Genjot Kompetensi Ahli Asuransi

Menurut Wihana, target ambisius tersebut membutuhkan dukungan institusi yang kuat, termasuk keberadaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara). Namun, hingga kini BP Danantara masih menghadapi kendala akibat belum jelasnya payung hukum yang mengaturnya.

Wihana menegaskan bahwa pembentukan BP Danantara sangat relevan dalam menghadapi fenomena mega shifting ekonomi global. Perubahan struktural besar yang terjadi, seperti geopolitik, geoekonomi, dan perang, telah memaksa negara-negara melakukan reposisi strategis, termasuk dalam kebijakan investasi.

“Dalam kondisi mega shifting ini, mindset kita harus berubah. Kita harus mengantisipasi masa depan dengan mengubah organisasi dan proses bisnis. Danantara adalah langkah strategis untuk meningkatkan fleksibilitas pembiayaan investasi jangka panjang,” kata Wihana.

BP Danantara tambah Wihana diperlukan untuk meningkatkan fleksibilitas dalam mengelola aset dan pembiayaan investasi. BP Danantara dirancang untuk memanfaatkan aset-aset negara yang besar guna meningkatkan kapasitas investasi melalui tiga platform utama yaitu Indonesia Investment Authority (INA), lembaga-lembaga keuangan pemerintah, dan manajemen aset.

Baca juga : Gubernur BI: Pertumbuhan Ekonomi Naik Dalam 2 Tahun Dan Akan Lebih Tinggi

“BP Danantara ini bagus karena mampu meleverage aset pemerintah untuk investasi yang panjang. Dengan fleksibilitas ini, kita bisa membuka peluang lebih besar bagi investor, terutama FDI,” jelas Wihana.

Dia pun mengingatkan pentingnya kejelasan regulasi agar badan ini dapat beroperasi secara efektif. “Tanpa reformasi organisasi yang jelas, BP Danantara mungkin kehilangan fleksibilitas yang dibutuhkan. Jadi, kejelasan payung hukum sangat krusial,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense