Dark/Light Mode

Bantu Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Perkuat Ekosistem Halal Dari Hulu Hingga Hilir

Rabu, 15 Januari 2025 07:25 WIB
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hassan. (Foto: Humas BPJPH)
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hassan. (Foto: Humas BPJPH)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepatuhan industri melakukan sertifikasi halal terhadap produk-produknya, bakal membantu Pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Sebab, permintaan pasar terhadap produk halal semakin besar setiap tahun.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hassan menyatakan, berdasarkan catatan State of the Global Economy (SGIE) Report 2023, pengeluaran konsumen Muslim global untuk membeli produk halal mencapai 2,29 triliun dolar Amerika Serikat (AS). Diproyeksikan, angka tersebut akan mencapai 3,1 triliun dolar AS pada tahun 2027.

Sementara, data perdagangan nasional Indonesia mencatatkan ekspor produk halal senilai Rp 673,90 triliun pada periode Januari-Oktober 2024.

Baca juga : Hakim MK Ngaku Terharu

Karena itu, tingginya pengeluaran Muslim global untuk produk halal dan positifnya neraca ekspor produk halal dalam negeri, harus dilihat sebagai peluang oleh ekosistem industri halal dalam negeri.

“Salah satu strategi untuk menarik pasar konsumen luar, yakni dengan mengantongi sertifikasi halal. Jika ekosistem halal kita dari hulu ke hilir tertib, saya pastikan cita-cita kita menjadi produsen produk halal nomor satu di dunia akan terwujud, dan berkontribusi menopang target pertumbuhan ekonomi 8 persen,” ujar Haikal dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (14/1/2025).

Menurut pria yang akrab di sapa Babe Haikal ini, melihat kinerja ekspor produk halal periode Januari-Oktober 2024, sektor makanan olahan nasional masih mendominasi dengan nilai ekspor sebesar 33,61 miliar dolar AS. Diikuti pakaian Muslim 6,83 miliar dolar AS, farmasi 612,1 juta dolar AS dan kosmetik 362,83 juta dolar AS.

Baca juga : DPD Siap Kawal 4 Produk Legislasi Terkait Daerah

“Sekarang, apa yang harus kita lakukan untuk ekonomi Indonesia? Kita harus memperkuat ekosistem halal dari hulu hingga ke hilir. Dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga besar. Dari sektor makanan, minuman, kosmetik, obat, produk kimiawi, biologi, hingga rekayasa. Ingat, ini akan menjadi amal jariyah kita!” cetusnya.

Lebih lanjut, Haikal menekankan pentingnya sinergi dan kolabrasi semua pihak dalam mengedukasi dan mendorong pelaku industri hingga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) halal, mendapatkan sertifikasi halal.

“Upaya edukasi dan literasi halal harus kita tingkatkan. Ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk para ulama, asatidz dan tokoh masyarakat di seluruh Indonesia,” cetusnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.