BREAKING NEWS
 

Dongkrak Produksi Migas, PHE Percepat Reaktivasi Sumur Tidak Aktif

Reporter & Editor :
FAZRY
Rabu, 5 Februari 2025 08:16 WIB
Ilustrasi. (Dok. PHE)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), sebagai Subholding Upstream Pertamina, menargetkan reaktivasi 798 sumur tidak aktif (idle wells) sepanjang 2025.

Langkah ini menjadi strategi utama dalam meningkatkan produksi minyak nasional, yang pada 2024 mencapai 400 ribu barrel oil per day (bopd).

Menurut Vice President Operational & Project PHE Benny Sidik, pemanfaatan aset yang ada menjadi pilar penting dalam menjaga produksi migas nasional.

“Reaktivasi idle wells merupakan salah satu strategi utama kami. Agar program ini berjalan optimal, PHE akan menggandeng mitra dengan kapabilitas teknologi, kompetensi, dan keuangan yang solid,” ujar Benny dalam webinar “Migas Sebagai Pilar Swasembada Energi: Tantangan dan Solusi Peningkatan Lifting” yang diselenggarakan oleh Editor Energy and Mining Society (E2S) pada Selasa (4/2).

Program reaktivasi idle wells sudah dijalankan PHE sejak 2021, dengan 585 sumur berhasil direaktivasi pada tahun tersebut.

Jumlah ini terus meningkat hingga mencapai 962 sumur pada 2023. Selain reaktivasi idle wells, PHE juga mengidentifikasi 72 proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) sebagai upaya meningkatkan produksi migas.

Baca juga : Pemerintah Perketat Pengawasan Perizinan

Pada 2025, PHE menargetkan memulai Proyek Minas A, dengan start injection pada Desember 2025, serta implementasi steam flood di Duri dan pilot EOR di Rama.

Dukungan dari Kementerian ESDM melalui Kelompok Kerja (Pokja) EOR menjadi faktor penting dalam percepatan proyek ini.

“Kami sudah melakukan strategic partnership dengan Sinopec di Zulu, Tanjung, dan Pamusian, serta dengan PetroChina di Minas,” jelas Benny.

Namun, ia menekankan bahwa proyek EOR memerlukan teknologi tinggi dan memiliki risiko besar.

Adsense

Oleh karena itu, PHE berharap adanya tambahan insentif dari pemerintah untuk meningkatkan keekonomian proyek.

Mayoritas wilayah kerja (WK) yang dikelola PHE merupakan lapangan tua (mature field) dengan usia lebih dari 30 tahun.

Baca juga : Kemenag Dorong Percepatan Sertifikasi 30 Ribu Tanah Wakaf Tahun Ini

Untuk menjaga produksi, diperlukan investasi besar dalam peningkatan fasilitas, kelistrikan, serta kepatuhan regulasi lingkungan.

“Kami membutuhkan investasi signifikan untuk meningkatkan fasilitas yang sudah uzur dan mengurangi loss production opportunity (LPO), sehingga produksi bisa lebih optimal,” kata Benny.

Guna mengatasi tantangan ini, PHE mengusulkan perbaikan skema fiskal kepada pemerintah agar lebih sesuai dengan kondisi lapangan migas tua.

“Dukungan pemerintah dalam skema bagi hasil sangat penting untuk mempertahankan produksi dan memperkuat ketahanan energi nasional,” tambahnya.

Sekretaris SKK Migas Luky Yusgiantoro menyatakan bahwa pihaknya sedang berdiskusi dengan Kementerian ESDM terkait insentif fiskal bagi proyek EOR.

“Saat ini, kami sedang mengkaji kebutuhan surfaktan dan aspek komersial lainnya untuk memastikan keberlanjutan proyek,” ujar Luky.

Baca juga : Menkomdigi Percepat Transformasi Digital

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro, menegaskan bahwa 52 persen dari 75 wilayah kerja produksi nasional berada di mature field, yang menyumbang 40-45 persen produksi minyak nasional dalam lima tahun terakhir.

“Reaktivasi lapangan tua membutuhkan biaya besar, sehingga faktor keekonomian menjadi pertimbangan utama. Model bisnis dan skema kerja sama dengan mitra harus dirancang dengan tepat agar investasi tetap menarik,” ujar Komaidi.

Menurutnya, tantangan utama dalam pengelolaan lapangan migas mature adalah memastikan bahwa investasi tetap memberikan margin yang layak.

“Tidak ada bisnis yang dibiarkan merugi, termasuk yang dijalankan oleh BUMN atau Pertamina. Oleh karena itu, insentif dan kebijakan fiskal yang mendukung sangat dibutuhkan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense