BREAKING NEWS
 

Kisah Inspiratif Khudori yang Sukses Kembangkan Pertanian Modern

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 11 Februari 2025 19:00 WIB
Pengusaha pertanian Muhammad Khudori (tengah). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah sukses merilis episode pertama serial dokumenter (docuseries) bertajuk ‘Sosok Baik Indonesia’ di momen Hari Disabilitas Internasional, awal Desember 2024, sutradara Wisnu Surya Pratama kini meluncurkan episode kedua yang sudah bisa disaksikan di akun YouTube @niatbaikhasilbaik_id.

Kali ini, Wisnu mengajak penonton untuk lebih dekat dengan kisah inspiratif Muhammad Khudori, seorang petani yang berani menantang arus urbanisasi dan berhasil mengembangkan pertanian modern di kampung halamannya.

Wisnu mengatakan, tak bisa dipungkiri, masih banyak yang menganggap remeh profesi petani. Namun pada kenyataanya, petani memiliki peran vital dalam memenuhi kebutuhan pangan dan semakin sedikit anak muda yang berminat untuk terjun ke dunia pertanian.

"Melalui kisah beliau (Khudori), saya berharap bisa mengubah pandangan itu," ujar Wisnu, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/2/2025).

Perjuangan yang Menginspirasi

Dalam dokumenter ini, Wisnu tergerak mengangkat kisah kegigihan Khudori sebagai bagian dari kisah inspiratif ‘Sosok Baik Indonesia’. Dia melihat Khudori sebagsi seseorang yang tak hanya gigih, tapi juga pintar dalam melihat peluang.

Baca juga : Perdagangan Gas Melon Mulai Berangsur Normal

"Beliau lahir dalam keterbatasan ekonomi, tapi itu tak menghalangi langkahnya untuk menjadi petani dan menginspirasi ratusan anak muda untuk mencintai pertanian sebagai profesi yang mulia dan menjadi petani masa depan," terang Wisnu.

Lahir di Garut, Jawa Barat, awalnya Khudori tak pernah membayangkan menjadi seorang petani. Bagi banyak orang, profesi petani masih dipandang sebelah mata, penuh tantangan, berpenghasilan rendah, dan tanpa masa depan cerah. Namun, berkat dorongan ibunya, Khudori akhirnya menempuh pendidikan di Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Mojokerto sebelum melanjutkan di Balai Latihan Kerja (BLK) di Wonojati, Malang.

Khudori menerangkan, keluarganya benar-benar miskin. Sejak kecil, dia tahu betul bagaimana rasanya hidup dalam keterbatasan.

"Bisa makan dua kali saja sudah bersyukur. Untuk sekolah juga sering terlambat bayar SPP. Kami sekeluarga sudah langganan untuk menunggak hampir tiap semester, bahkan hingga saya SMP,” kenang Khudori.

Adsense

Selepas menamatkan pendidikan pada 1997, Khudori bekerja di perusahaan pembibitan kentang di Garut. Melalui pengalaman tersebut, Khudori mendapatkan banyak ilmu tentang mengelola usaha pembudidayaan, yang pada akhirnya mengubah pola pikirnya dan membuat Khudori bertekad untuk mempunyai perusahaan sendiri.

Baca juga : Piala Asia U-20, Indra Sjafri Fokus Matangkan Taktik Dan Strategi

Pada 2010, Khudori bersama istri memberanikan diri memulai bisnis pertanian. Berbekal modal Rp 5 juta, pasangan suami-istri ini mendirikan perusahaan untuk mengembangkan bibit kentang dengan fasilitas greenhouse sederhana. Meski tantangan datang silih berganti, mulai dari cuaca buruk hingga kualitas produk yang belum stabil, Khudori tidak menyerah.

“Kadang kentang kamu gagal panen karena tidak ada pengairan yang cukup. Kualitas produknya masih belum konsisten, tapi saya terus berusaha mencari solusi. Perlahan, kualitas produk mulai stabil, dan kami pun mulai berkembang,” jelas Khudori.

Dengan tekad kuat untuk meningkatkan kualitas produknya, Khudori melakukan berbagai pembenahan, mulai dari pengembangan bibit unggul hingga pembenahan sumber daya manusia (SDM). Perjuangan Khudori dan istri berbuah manis. Bisnis perusahaannya melejit dan kini telah berkembang menjadi perusahaan pertanian dengan reputasi yang solid. Kini, perusahaannya dikenal sebagai perusahaan lokal yang menghadirkan produk sayur-mayur berkualitas tinggi.

Salah satu pencapaian terbesar mereka adalah kemitraan dengan McDonald’s Indonesia. Perusahaannya telah menjadi pemasok selada untuk produk burger ikonik McDonald’s, seperti Big Mac dan McSpicy.

Melalui kemitraan ini, perusahaannya juga mendapat berbagai pendampingan untuk memperoleh sertifikasi kepatuhan bertaraf internasional dalam bidang pertanian. Saat ini, perusahaannya menjadi salah satu dari sedikit perusahaan pangan yang tersertifikasi Global G.A.P Plus dalam bidang produksi pangan berkelanjutan.

Baca juga : Kisah Inspiratif Sirilus Siko: Dari Ende Ke Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia

“Alhamdulillah kami terus dapat pendampingan serta arahan dari pihak McDonald’s Indonesia sehingga produk kami bisa memenuhi standar internasional yang ketat,” ucapnya.

Ciptakan Generasi Petani Masa Depan

Kesuksesan perusahaannya tidak membuat Khudori melupakan tujuan utamanya, memajukan industri pertanian lokal serta mencetak generasi petani muda Indonesia masa depan. Saat ini, perusahaannya tidak hanya mempekerjakan 130 karyawan tetap, tetapi juga rutin membuka program pendidikan kerja nyata (magang).

Hingga saat ini, Khudori telah mendidik lebih dari 300 siswa serta mahasiswa untuk belajar secara langsung tentang praktik pertanian modern. Bahkan, Khudori juga aktif mengajar di 4 perguruan tinggi untuk menginspirasi anak muda agar terjun menjadi petani modern.

Kisah Muhammad Khudori adalah contoh bahwa dengan kerja keras, inovasi, dan semangat pantang menyerah, seseorang bisa mengubah nasib dan membawa dampak besar bagi orang lain.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense