Dark/Light Mode

Kapolri: Sinergi Ulama-Polri Jaga Keamanan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 5 Februari 2025 17:37 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2025). Foto: Istimewa
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2025). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Global Terrorism Index menyebut Indonesia masih berada pada peringkat 31 dari 163 negara perihal terorisme. Meski berarti terorisme masih ada, namun, serangan teror jauh menurun karena tindakan pencegahan yang terus dilakukan.

"Terima kasih, Nahdlatul Ulama (NU) menjadi yang terdepan menjaga hal ini," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2025).

Selain itu, para ulama NU juga hadir dalam penanganan Pandemi Covid-19. Mereka bersedia untuk disuntik vaksin terlebih dahulu sehingga masyarakat dapat mengikutinya.

"Yang fenomenal, bagaimana pada saat kita menghadapi Covid. Masyarakat masih ragu pada saat disuntik. Namun, dengan dipimpin para kiainya untuk disuntik vaksin duluan, maka umat ikut dan seluruh rakyat Indonesia ikut," katanya.

"Inilah yang membuat Indonesia bisa segera pulih dari situasi Covid dan pemulihan ekonomi nasional," lanjut Kapolri.

Baca juga : Kapolri Tegaskan Polri Komitmen Tingkatkan Pelayanan Dan Perlindungan Masyarakat

Karenanya, ia menegaskan, pertumbuhan ekonomi tidak lepas dari stabilitas keamanan nasional. Keamanan mendukung terwujudnya peningkatan ekonomi.

"Dimensi keamanan nasional tidak dapat dipisahkan dari kinerja ekonomi," katanya.

Ia menyebut, keterjagaaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dapat mendukung pertumbuhan ekonomi terjadi. "Pertumbuhan ekonomi tidak terjadi kalau tidak ada stabilitas kamtibmas," ujarnya.

Ia menyebut, sejumlah negara yang masih dilanda konflik, ekonominya terpuruk. Sementara Indonesia berada di peringkat 17 dari 141 negara yang masuk dalam kategori negara paling aman.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyampaikan bahwa NU dan Polri bisa bekerja sama di seluruh tingkatan kepengurusan. Sebab, NU memiliki sumber daya dan kepengurusan hingga tingkat desa.

Baca juga : Ketahanan Pangan Dan Pertumbuhan Ekonomi Jadi Aspek Utama

"Ini tentunya akan sangat baik kalau kemudian bisa dikolaborasikan dengan seluruh elemen bangsa, kementerian dan lembaga, termasuk Polri," ujarnya.

Kolaborasi itu dapat dilakukan dalam berbagai hal, seperti Makan Bergizi Gratis, swasembada pangan, Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sebab, Indonesia harus bisa memanfaatkan bonus demografi agar bisa membawa lompatan negara. Kalau tidak, hal tersebut akan berdampak pada kemunduran.

"Harapan kami, NU terus bisa bersatu bersama dengan seluruh elemen khususnya Polri untuk bergandengan tangan, saling menguatkan untuk mewujudkan Indonesia maslahat, bangsa yang kuat, terhormat, dan sejahtera, bangsa yang baldatun thayyibatun wa rabbun Ghafur," harapnya.

NU juga mendukung dalam menjaga empat pilar bangsa, yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Undang-Undang Dasar 1945.

Baca juga : Kapolri: TNI-Polri Siap Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

"Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah empat pilar konsensus yang harus dijaga sampai kapan pun. Yang paling depan adalah Nahdlatul Ulama. Ini harus kita jaga, kita perjuangkan sampai kapan pun karena ini pilar," lanjut Kapolri.

Kegiatan ini diikuti oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia H Abdul Kadir Karding, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Menteri HAM RI Mugiyanto, Gubernur Lemhannas RI Tb H Ace Hasan Syadizily, dan Dirut Perum Bulog diwakili Direktur SDM dan Umum Sudarsono.

Hadir pula Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, Wakil Rais Aam PBNU KH. Afifuddin Muhajir dan KH. Anwar Iskandar, Katib Aam KH. Akhmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Jenderal KH. Saifullah Yusuf, dan Bendahara Umum H Gudfan Arif, serta pengurus PBNU dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.