Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kisah Inspiratif Sirilus Siko: Dari Ende Ke Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia
Kamis, 6 Februari 2025 20:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sirilus Siko (24), atau yang akrab disapa Rilus, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Lahir dengan disabilitas pada kaki kanannya, pemuda asal Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini telah menunjukkan ketekunan dan semangat pantang menyerah dalam mengejar passion-nya di dunia sepak bola.
Sejak usia lima tahun, Rilus sudah menunjukkan ketertarikan besar pada sepak bola. Meski menggunakan tongkat untuk beraktivitas, ia tak pernah merasa minder bermain bersama teman-temannya yang non-disabilitas.
"Mereka mungkin melihatnya kasihan, tapi bagi saya tak apa-apa. Saya main bola dengan tongkat," ujar Rilus dilansir laman Kemenpora, Kamis (7/2).
Baca juga : Indra Sjafri Yakin Timnas Bisa Ngegas Di Piala Asia U-20
Semangatnya yang tak kenal lelah membawanya merambah dunia sepak bola amputasi. Setelah lulus SMA, Rilus mulai mencari informasi tentang komunitas sepak bola amputasi melalui media sosial. Ia pun menemukan komunitas di Surabaya dan memutuskan untuk hijrah ke Kota Pahlawan meski tahu bahwa komunitas tersebut belum memiliki sekretariat tetap.
Kendati demikian, niat yang kuat tak membuatnya gentar. Beruntung, pengurus sepak bola amputasi Surabaya memberikan tempat tinggal kos untuk Rilus.
Selama disana, Rilus saban harinya tidak hanya berlatih tanpa mengenal lelah, tetapi juga terus memperjuangkan peluang yang ada. Kesempatan yang dinantinya tiba, dia mengikuti seleksi tim nasional sepak bola amputasi.
Baca juga : Diresmikan Presiden, PLTGU Jawa-1 Tonggak Baru Kemandirian Energi Indonesia
"Saya bersyukur saya bisa lolos seleksi dan terpilih untuk memperkuat tim nasional untuk kejuaraan Artalive Challenge Cup 2023 di Malaysia," katanya.
Kejuaraan tersebut menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Rilus. Indonesia berhasil meraih juara, dan dia turut berperan dengan mencetak satu gol. Meskipun posisinya sebagai winger tidak mudah, dia menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak membatasi kemampuan dan semangatnya dalam bertanding.
Kini, Rilus tidak hanya fokus sebagai atlet, tetapi juga bekerja sebagai kurir pengiriman di JNE untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perusahaan tersebut mendukung karier atletiknya, bahkan memfasilitasi motor modifikasi agar Rilus bisa menjalankan tugas dengan lancar.
Baca juga : Kolaborasi untuk Keberlanjutan: Masa Depan Kopi dan Gula Aren Indonesia
"Saya fokus bersama tim nasional amputasi yang akan berlaga di Kejuaraan Sepak Bola Amputasi Asia 2025 di Bangladesh. Mohon doa dan dukungan agar kami bisa meraih hasil maksimal," tutup Rilus penuh harap.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya