BREAKING NEWS
 

Kantongi Izin OJK, BSI Siap Bisnis Bank Bulion

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Kamis, 13 Februari 2025 17:08 WIB
BSI menyatakan kesiapannya menjalankan bisnis bank bulion setelah izin usaha diterbitkan OJK. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI menyatakan kesiapannya menjalankan bisnis bank bulion. 

Hal ini menyusul keluarnya izin dari regulator, terkait penyelenggaraan kegiatan usaha bulion kepada BSI. 

Diketahui, izin usaha bulion untuk BSI diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu (12/2/2025) untuk produk Perdagangan Emas dan Penitipan Emas.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, perseroan telah mendapatkan izin dari OJK terkait penyelenggaraan kegiatan usaha bulion dan hal ini menjadi dasar (legal standing) bagi perseroan, untuk mulai menjalankan bisnis bank bulion. 

"Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan dari regulator dan stakeholder sehingga BSI melangkah ke jenjang selanjutnya dalam mengelola bisnis emas, yaitu bank bulion," ujarnya di Jakarta, Kamis (13/2/2025). 

Hery optimistis, ke depan BSI mampu memacu pertumbuhan bisnis logam mulia secara berkelanjutan, sehingga inklusi masyarakat untuk berinvestasi emas sesuai maqashid syariah akan terus meningkat. 

Hery bersyukur, BSI memperoleh amanah tersebut, dan ini tak terlepas dari kepercayaan nasabah terhadap bisnis emas yang sudah dijalankan BSI selama ini. 

Baca juga : Kemitraan Strategis Indonesia & India Makin Kuat, Prabowo Buka Babak Baru

“Ini rasanya membuat kami semakin optimis ke depan bisa lebih besar lagi. Terutama dalam mendorong bisnis emas di BSI,” katanya. 

Kegiatan usaha bulion berdasar POJK No 17 Tahun 2024 adalah kegiatan usaha yang berkaitan dengan emas yang dilakukan oleh Lembaga jasa keuangan.

OJK memberikan arahan kepada BSI dalam pelaksanaan produk baru tersebut, wajib dilakukan paling lambat 6 bulan sejak tanggal dikeluarkannya surat izin. 

Sebelumnya, pada akhir tahun lalu, Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mendorong BSI untuk menjadi salah satu dari dua perusahaan pelat merah sebagai pelopor bank emas di Indonesia. 

“Produk-produk emas BSI, ke depan insya Allah pengelolaan bulion bank,” ujarnya. 

Adsense

Sebab katanya, hal tersebut merupakan unique differentiator dari BSI yang memiliki potensi untuk tumbuh lebih besar lagi dengan meningkatnya tren investasi emas di masyarakat. 

Terpisah, Direktur Keuangan dan Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho menggarisbawahi bahwa pertumbuhan Bank BSI saat ini salah satunya didorong oleh bisnis emas. Bahkan, bisnis emas di BSI dapat dikatakan sebagai new game changer

Baca juga : Mau Bikin Ormas, Anies Banyak Yang Nasihatin

"Produk konsumer seperti emas itu memang tumbuh signifikan di Bank BSI. Bahkan untuk 2025 kami lebih optimistis lagi karena saat ini BSI secara resmi sudah mendapatkan license menjadi bulion bank,” ujarnya. 

Cahyo menambahkan, perseroan bersyukur bisa menjadi salah satu yang dipilih oleh pemerintah menjadi bank emas pertama di Tanah Air. 

“Ini menjadikan cikal bakal dari pada pertumbuhan ekosistem bisnis emas yang lebih lengkap,” ujarnya. 

Apa yang diungkapkan Cahyo beralasan kuat. Selama ini BSI kerap memperkuat kerja sama dengan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. 

Selain itu, pada akhir November tahun lalu perseroan menempuh langkah strategis untuk memberikan solusi investasi yang aman terpercaya, dan mendorong pendalaman sektor keuangan syariah melalui industri emas melalui kerja sama dengan PT Hartadinata Abadi Tbk. 

Melalui kerja sama tersebut perseroan meluncurkan BSI Gold. Produk tersebut merupakan logam emas batangan eksklusif berlogo BSI dengan karatase 99,99 persen yang memiliki standar SNI, dan telah memperoleh rekomendasi Kesesuaian Syariah dari MUI yang dapat dimiliki masyarakat melalui produk BSI Cicil Emas. 

Terkait bisnis logam mulia, BSI menunjukkan kinerja yang sangat positif sepanjang 2024. Bahkan bisnis BSI tersebut terdorong oleh antusiasme nasabah kaum muda yang tinggi dalam berinvestasi emas. 

Baca juga : Pegadaian Siap Kembangkan Ekosistem Bisnis Bank Emas

“Bisnis emas perseroan tercatat naik 78,18 persen secara tahunan. Di mana produk cicil emas menjadi primadona dengan lonjakan pembiayaan sebesar 177,42 persen secara yoy ke angka Rp 6,4 triliun,” rincinya.

Selain cicil emas, bisnis gadai emas BSI juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pertumbuhannya mencapai sekitar 31,3 persen secara tahunan ke angka Rp 6,4 triliun pada 2024. 

Kualitas pembiayaan bisnis emas ini pun sangat sehat dengan NPF nyaris nol persen.

Cahyo menekankan, bisnis emas memang merupakan unique product dan memiliki potensi untuk bertumbuh semakin besar. Sebab tren investasi emas terus meningkat karena merupakan aset safe haven

“Terlebih kenaikan harga emas sangat terjaga dan signifikan. Contohnya, seperti pada tahun lalu yang mencapai 32,4 persen,” pungkas Cahyo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense