Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gandeng BPOM
Pakai AI, BRIN Analisis Produk Makanan
Minggu, 27 Oktober 2024 07:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama bareng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan alias AI (Artificial Intelligence) untuk menganalisis, dan mengoptimalkan registrasi pangan olahan yang beredar.
Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN Zamroni mengatakan, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari studi yang telah dilakukan bersama. Dalam studi tersebut membahas lengkap tentang identitas kesiapan BPOM dalam adopsi AI.
“Kami juga mempelajari kendala pelaku usaha dalam registrasi pangan,” ujar Zamroni dikutip dalam keterangan pers usai penandatanganan naskah Perjanjian Kerja Sama, di Jakarta, Sabtu (26/10/2024).
Baca juga : PKB Dukung Prabowo
Ia menambahkan, kerja sama ini merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman BRIN dengan BPOM yang ditandatangani sejak tahun 2022, tentang riset dan inovasi di bidang obat dan makanan untuk peningkatan daya saing industri lokal.
BRIN berperan dalam melakukan penelitian yang mendalam dalam berbagai aspek keamanan dan kualitas pangan. Sedangkan BPOM berfokus pada pengawasan keamanan produk pangan yang beredar di masyarakat.
“Dengan menggunakan AI, kami bisa menganalisis data besar (big data) terkait produk, distribusi, dan konsumsi pangan secara lebih akurat,” ucapnya.
Baca juga : KBL Berbasis Baterai Dikasih Keistimewaan
Teknologi AI, sambung dia, tidak hanya meningkatkan proses registrasi, tetapi juga memastikan produk pangan sampai ke masyarakat dengan aman dan berkualitas tinggi.
Dengan memanfaatkan AI, BPOM dapat mempercepat proses evaluasi keamanan produk melalui analisis data yang lebih cepat dan akurat.
Sebab, sistem berbasis AI dapat digunakan untuk mendeteksi potensi risiko kesehatan dari bahan-bahan makanan tertentu sebelum dipasarkan.
Baca juga : Debat Kedua Calon Bupati Situbondo Berlangsung Seru
Kerja sama keduanya sangat penting untuk mencapai tujuan ketahanan pangan nasional melalui registrasi yang efisien dan efektif.
“Kolaborasi ini menjadi langkah baik dalam mendukung registrasi pangan yang efisien, cepat, dan bisa memberikan perlindungan kepada masyarakat,” harapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya