RM.id Rakyat Merdeka - PT HM Sampoerna Tbk berkolaborasi dengan Waste4Change berhasil mengelola hampir tiga ton sampah di Jakarta, Surakarta, dan Surabaya.
Kepala Urusan Eksternal PT HM Sampoerna Tbk. Arief Triastika menyatakan, Sampoerna mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap aktivitas yang tertanam dalam cara perusahaan beroperasi. Di bawah payung program keberlanjutan ”Sampoerna untuk Indonesia”, Sampoerna menjalankan berbagai inisiatif yang berfokus pada pilar Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola.
"Pada pilar Lingkungan, kami berkomitmen untuk mengurangi jejak lingkungan, baik di dalam rantai perusahaan maupun pada masyarakat luas, serta menjaga kelestarian di tempat Sampoerna beroperasi. Inisiatif ini termasuk pengelolaan sampah bertanggung jawab yang kami lakukan bersama Waste4Change," kata Arief dalam keterangannya, Jumat (14/2/2025).
Arief menekankan, Sampoerna secara konsisten berupaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya upaya mengelola dan mengurangi sampah pasca-konsumsi melalui beragam program yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Baca juga : PTBA Cetak Rekor Penjualan Batu Bara 42,9 Juta Ton Pada 2024
Founder dan CEO Waste4Change Mohamad Bijaksana Junerosano menyatakan, dukungannya terhadap upaya Sampoerna dalam mengatasi pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di Indonesia. “Kami selalu mendukung berbagai pihak yang memulai upaya pengelolaan sampah bertanggung jawab di mana pun,” ujarnya.
Pihaknya mengapresiasi komitmen Sampoerna yang telah berkolaborasi bersama Waste4Change sejak 2019 dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Pada 2024, pihaknya berkolaborasi dengan Sampoerna di beberapa kota, mulai dari Jakarta, Surakarta dan Surabaya, melalui berbagai program pengelolaan sampah ataupun kegiatan bersama dengan komunitas Sampoerna Retail Community (SRC).
“Kami berharap Waste4Change dan Sampoerna dapat mempererat kerja sama untuk menciptakan dampak positif yang lebih signifikan,” terang Sano.
Pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Sampoerna dan Waste4Change melibatkan beberapa tahapan penting. Tahapan ini dimulai dari pengumpulan sampah, distribusi ke fasilitas pemilahan, hingga pengelolaan lebih lanjut. Sampah yang terkumpul kemudian diolah menjadi berbagai produk daur ulang, seperti pupuk kompos, pakan hewan, dan bahan bakar alternatif.
Baca juga : Pelantikan Pram-Rano Diundur, Paling Lambat 20 Februari 2025
Di Jakarta, pada kegiatan Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia yang diselenggarakan oleh Sampoerna, Waste4Change berhasil mengelola sebanyak 740 kilogram (kg) sampah. Sampah tersebut terdiri dari limbah kaca (0,8 kg), logam (0,7 kg), plastik (167 kg), kertas (101,5 kg), sampah organik (21 kg), dan sampah lainnya (449 kg). Dari total 740 kg sampah, sebanyak 270 kg (18,2 persen) didistribusikan ke tempat daur ulang untuk diolah menjadi produk yang berdaya guna. Sampah yang diolah menjadi produk daur ulang meliputi kaca, logam, plastik, dan kertas.
Sementara itu, 21 kg sampah organik dimanfaatkan sebagai kompos dan makanan hewan. Adapun 449 kg sampah lainnya diproses menjadi bahan bakar alternatif. Proses dan pengolahan limbah sampah ini menghasilkan 21,6 kilogram CO2 dan menekan potensi emisi gas rumah kaca.
Sementara itu, di Surakarta dan Surabaya, inisiatif pengelolaan sampah untuk pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh Sampoerna dan Waste4Change dijalankan melalui Program Bulan Cintai Bumi dari SRC.
Di Surakarta, sebagai bagian dari rangkaian acara “Bulan Bersih”, Sampoerna dan Waste4Change berhasil mengumpulkan lebih dari 1,5 ton sampah, yang terdiri dari 1.510 kg sampah organik dan 60 kg sampah lainnya. Sampah organik itu diolah menjadi kompos dan makanan hewan, sementara sampah lainnya diolah secara bertanggung jawab.
Baca juga : Kenalan Dengan Gen Beta, Bayi Yang Lahir Mulai Januari 2025
Kemudian, di Surabaya, sebagai bagian dari rangkaian acara ”Surabaya Lestari”, Sampoerna dan Waste4Change berhasil mengelola sebanyak 498 kg sampah, yang terdiri dari limbah kaca (6,8 kg), logam (1,8 kg), plastik (37,9 kg), kertas (22,1 kg), sampah organik (417 kg), dan sampah lainnya (12,4 kg).
Limbah kaca, logam, plastik, dan kertas seberat 68,6 kg (13,78 persen) didistribusikan ke tempat pengolahan barang-barang daur ulang untuk diproduksi menjadi produk yang berdaya guna. Sampah organik seberat 417 kg (83,73 persen) diolah menjadi kompos dan pakan hewan. Sementara itu, 12,4 kg (2,49 persen) sampah lainnya diolah secara bertanggung jawab.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.