BREAKING NEWS
 

Dukung Keberlanjutan, TMMIN Luncurkan Buku Sustainability Report

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 15 Februari 2025 19:22 WIB
TMMIN Manufacturing & Production Engineering Director Arif Mustofa (kiri) dan Kepala Pusat Industri Hijau (PIH) Kementerian Perindustrian, Apit Pria Nugraha. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan dengan meluncurkan Buku Sustainability Report (SR) terbaru.

Buku ini menjadi dokumen penting yang merangkum seluruh inisiatif perusahaan dalam aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) selama satu tahun terakhir, serta mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

TMMIN Manufacturing & Production Engineering Director Arif Mustofa menjelaskan, Buku SR merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan industri otomotif yang lebih ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial.

“Buku Sustainability Report ini tidak hanya menjadi bentuk transparansi kami kepada pemangku kepentingan, tetapi juga sebagai inspirasi bagi industri lain dalam menerapkan praktik bisnis yang lebih berkelanjutan,” ujar Arif pada acara peluncuran buku Toyota Sustainability Report di Gambir Expo, Jakarta, Sabtu (15/2/2025). Hadir pada kesempatan ini Kepala Pusat Industri Hijau (PIH) Kementerian Perindustrian, Apit Pria Nugraha.

Edisi terbaru Buku SR mengusung tema “Driving to Energy Transition”, yang mencerminkan komitmen TMMIN dalam mempercepat adopsi energi terbarukan serta meningkatkan efisiensi energi di seluruh lini operasionalnya.

Baca juga : Wujudkan Keberlanjutan, PNM Dukung Prinsip ESG

Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan, TMMIN menerapkan berbagai inisiatif seperti: instalasi panel surya (solar panel) di Pabrik Karawang dengan kapasitas total 8,11 MWp. Lalu, Program Toyota Forest yang meliputi penanaman mangrove, bambu, dan sakura untuk menyerap lebih dari 2.300 ton emisi karbon.

Kemudian, pengelolaan limbah industri melalui sistem Waste Water Treatment (WWT) di Pabrik Sunter dan Karawang. Pembangunan xEV Center sebagai pusat edukasi publik tentang elektrifikasi kendaraan. Kemudian, advokasi publik elektrifikasi ke berbagai universitas dan sekolah, termasuk pengembangan kurikulum kendaraan listrik

Buku SR TMMIN disusun dengan mengacu pada standar internasional Global Reporting Initiative (GRI) serta 17 poin Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, laporan ini menjadi referensi bagi berbagai pemangku kepentingan, termasuk Toyota Motor Corporation (TMC), pemerintah, media, NGO, supplier, dan masyarakat umum.

Adsense

Dalam Buku SR, TMMIN juga memperkenalkan inisiatif “Beyond Zero”, yang menegaskan pendekatan multi-pathway perusahaan dalam menghadirkan kendaraan ramah lingkungan. Inisiatif ini mencakup pengembangan berbagai teknologi kendaraan rendah emisi, seperti: Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) dan Biofuel (Biodiesel dan Bioethanol)

Melalui Buku Sustainability Report ini, TMMIN ingin mengedukasi serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk berkontribusi dalam transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.

Baca juga : Terapkan Strategi Keberlanjutan, GMTD Dukung Praktik Bisnis Ramah Lingkungan

“Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi juga seluruh ekosistem industri dan masyarakat. Oleh karena itu, kami akan terus berinovasi dan berkolaborasi untuk mewujudkan masa depan yang lebih hijau,” tutup Arif.

Dengan publikasi Buku SR ini, TMMIN menegaskan posisinya sebagai pemimpin dalam industri otomotif yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Kepala Pusat Industri Hijau (PIH) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Apit Pria Nugraha menegaskan, konsep kendaraan ramah lingkungan tidak terbatas pada mobil listrik semata. Menurutnya, segala bentuk teknologi yang berkontribusi terhadap penurunan emisi dapat dikategorikan sebagai kendaraan ramah lingkungan.

“Kami memandang suatu teknologi atau produk ramah lingkungan itu selama dia berkontribusi terhadap penurunan emisi,” ujar Apit.

Dalam konteks ini, Apit menilai strategi multi-pathway yang diterapkan oleh Toyota sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menekan emisi karbon di sektor otomotif. Toyota telah mengembangkan berbagai teknologi kendaraan rendah emisi yang tidak hanya berfokus pada Battery Electric Vehicle (BEV), tetapi juga pada solusi lain yang lebih sesuai dengan kondisi infrastruktur dan kebutuhan pasar saat ini.

Baca juga : Dukung Keberlanjutan, ACC Tanam 1.000 Mangrove Di Bali

“Kalau dilihat dari teknologi yang dimiliki Toyota, mulai dari biofuel, teknologi ini saja jika dibandingkan dengan mesin konvensional sudah memberikan kontribusi dalam penurunan emisi. Lalu meningkat ke hybrid, plug-in hybrid, BEV, dan terakhir fuel cell,” jelas Apit.

Pendekatan multi-pathway ini dinilai sangat relevan dengan kebijakan pemerintah, yang terus mendorong industri untuk mengurangi jejak karbon dengan berbagai inovasi teknologi.

Lebih lanjut, Apit menegaskan, pemerintah akan semakin memperketat regulasi terkait batas emisi industri, termasuk di sektor otomotif. “Ke depan, pemerintah akan membatasi emisi industri, sehingga produsen harus lebih inovatif dalam menghadirkan teknologi yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense