BREAKING NEWS
 

Wamen UMKM Helvi Tekankan Pentingnya Peran Guru Dukung Siswa Jadi Wirausaha Muda

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Kamis, 27 Februari 2025 15:06 WIB
Wakil Menteri (Wamen) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza. (Foto: Dok. Kementerian UMKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri (Wamen) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza mengajak guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi garda terdepan, terutama dalam membimbing dan mengarahkan para siswanya untuk menjadi wirausaha muda. 

Berdasarkan data Indonesia Millennial and Gen Z Report pada 2022, sebanyak 64 persen Gen Z tertarik untuk menjadi wirausaha. Hal ini didorong karena fleksibilitas waktu dan didukung perkembangan teknologi.

“Pentingnya peran guru dalam mencetak wirausahawan muda di sekolah masing-masing. Hal ini selaras dengan tren generasi muda saat ini, yang cenderung lebih memilih menjadi pemilik bisnis daripada bekerja sebagai karyawan,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (27/2/2025). 

Baca juga : Bicara Di UGM, Eddy Soeparno Tekankan Pentingnya Kebijakan Berbasis Data Dan Riset Ilmiah

Dengan menjadi wirausaha, mereka tidak hanya menciptakan pekerjaan untuk diri mereka sendiri, tapi juga membuka lapangan kerja untuk anak muda lainnya. 

Adsense

Helvi menggarisbawahi adanya kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak dengan filosofi LIDI (Loyalitas, Integritas, Disiplin, dan Inovasi). 

Menurut Helvi, keempat hal tersebut menjadi kunci sukses dalam membangun bisnis. Loyalitas untuk menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen, integritas sebagai fondasi keberlanjutan usaha, disiplin dalam waktu dan kualitas pelayanan, serta inovasi untuk memastikan usaha terus berkembang.

Baca juga : Ketua MPR Bicara Pentingnya Peran Al Azhar Mesir, Alumninya Pernah Jadi Presiden RI

"Sudah selayaknya kita memberikan kesempatan, bimbingan, dan pengarahan kepada mereka, generasi muda kita," ujarnya. 

Dalam mendukung para calon wirausaha muda, Pemerintah telah menyediakan berbagai program dan kemudahan bagi generasi muda yang ingin berwirausaha. Mulai dari akses perizinan melalui Online Single Submission (OSS), kebijakan alokasi 30 persen ruang publik untuk UMKM, kebijakan 40 persen belanja pemerintah dan BUMN untuk UMKM, hingga akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

"Kementerian UMKM juga mengembangkan program kewirausahaan, termasuk di dalamnya ada Entrepreneur Hub, Entrepreneur Financial Fiesta, Inkubasi Wirausaha, serta ada jabatan fungsional Pengembang Kewirausahaan," ujarnya.

Baca juga : Apresiasi Kebijakan Efisiensi Anggaran, DPR Usul IKN Jadi Ibu Kota Kedua

Helvi berharap, melalui peran para guru SMK, maka penciptaan wirausaha tangguh berkualitas semakin mudah diwujudkan, untuk mencapai target peningkatan rasio kewirausahaan nasional menjadi 8 persen pada 2045.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense