BREAKING NEWS
 

Mantul! BNI Cuan Rp 1,63 T Di Awal 2025, NII Dan Penyaluran Kredit Makin Moncer

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Jumat, 28 Februari 2025 16:33 WIB
Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar. Foto: BNI

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 9,7 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada Januari 2025. Laba bersih BNI meningkat dari Rp 1,48 triliun pada Januari tahun lalu menjadi Rp 1,63 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit serta pendapatan bunga bersih (net interest income/NII).

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, menegaskan bahwa fundamental keuangan perseroan tetap solid. Hal ini tercermin dari kinerja positif sepanjang 2024 hingga awal 2025.

“Fundamental solid BNI terlihat dari kinerja sepanjang 2024 dan Januari 2025 yang secara konsisten menunjukkan pertumbuhan laba dan penyaluran kredit dalam mendukung ekspansi kami tahun ini,” ujar Royke dalam siaran pers, Jumat (28/2/2025).

Baca juga : Gandamana Dan Pandu Makin Mesra

Berdasarkan laporan keuangan yang telah dipublikasikan, penyaluran kredit BNI tumbuh 10,3 persen YoY, dari Rp 679,9 triliun menjadi Rp 749,8 triliun. Sementara itu, net interest income (NII) juga mengalami kenaikan dari Rp 3,12 triliun menjadi Rp 3,17 triliun.

Adsense

BNI tetap memprioritaskan pertumbuhan profitabilitas dengan fokus pada segmen berisiko rendah. Kredit segmen korporasi tercatat tumbuh 17 persen YoY, sementara kredit konsumer meningkat 14 persen YoY.

“Setelah beberapa tahun disiplin pada portfolio management, BNI berhasil menjaga kualitas aset yang solid yang terlihat dari credit cost sebesar 1 persen pada Januari 2025,” tambah Royke.

Baca juga : Alfredo Datang, Madura United Makin Matang

BNI juga mendapat keuntungan dari meredanya tekanan pada net interest margin (NIM) di awal 2025 dibandingkan akhir tahun lalu. Tren penurunan yield Sertifikat Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE), yang mewajibkan hasil ekspor ditempatkan di perbankan dalam negeri selama satu tahun, dinilai akan memberikan tambahan likuiditas ke sistem perbankan nasional.

Sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai bagi pemegang saham, BNI berencana mengusulkan dividend payout ratio yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 26 Maret 2025, perseroan akan mengusulkan dividen yang lebih tinggi dibandingkan 50 persen laba bersih yang dibagikan tahun lalu.

“Berdasarkan pencapaian tersebut, kami yakin BNI dapat memberikan nilai tambah yang menarik bagi investor dan seluruh stakeholder,” tutup Royke.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense