BREAKING NEWS
 

Airlangga Ketemu Sekjen OECD

Keanggotaan RI Bakal Perkuat Perekonomian

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Jumat, 7 Maret 2025 07:10 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengadakan pertemuan bileteral dengan Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann pada Rabu (5/3/2025) di Kantor Pusat OECD. (Foto: Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mempercepat proses aksesi Indonesia menjadi anggota penuh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Keanggotaan ini bakal memperkuat ekonomi nasional dan mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Menteri Koordinator (Men­ko) Bidang Perekonomian Air­langga Hartarto bertemu dengan Sekretaris Jenderal OECD Ma­thias Cormann di Kantor Pusat OECD, Paris, Prancis, Rabu (5/3/2025).

Pertemuan ini menjadi lang­kah penting untuk memperkuat komitmen Indonesia menjadi anggota penuh OECD.

Selain itu, pertemuan ini bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah membangun komunikasi dan koordinasi yang erat dengan Sekretariat OECD di Paris.

“Kami menantikan diskusi lebih lanjut mengenai manfaat konkret aksesi OECD pada acara OECD SEARP (South East Asia Regional Programme) Forum mendatang,” ujar Airlangga da­lam keterangan tertulis, Kamis (6/3/2025).

OECD SEARP Forum meru­pakan platform kolaborasi OECD dengan negara-negara Asia Teng­gara. Tahun ini, OECD Southeast Asia Forum akan dilaksanakan di Thailand pada 2 Mei 2025.

Baca juga : BSI Patok Transaksi Emas Capai 315 Ton

Airlangga juga menggarisbawahi rencana kunjungan Sekjen OECD ke Jakarta pada Oktober 2025.

Pada pertemuan terse­but, Airlangga memaparkan perkembangan penyusunan dokumen Initial Memorandum (IM). Dokumen ini ditargetkan dapat disampaikan resmi pada Pertemuan Dewan OECD Ting­kat Menteri awal Juni 2025.

Dokumen IM mencakup 26 bab yang harus diselesaikan sebelum Indonesia resmi men­jadi anggota penuh OECD.

Dengan beroperasinya platform digital INA OECD, Sekretariat Tim Nasional terus berupaya mempercepat penyelesaian 26 Bab Initial Memorandum.

Adsense

Sebelumnya, pada Desember 2024, Indonesia telah menyerah­kan empat bab pertama kepada Sekretariat OECD untuk tahap review awal.

Airlangga mengakui, du­kungan teknis dari Sekretariat OECD sangat bermanfaat bagi Kementerian/Lembaga dalam menyelesaikan dokumen IM. Terutama dalam sektor strategis seperti lingkungan, perdagangan, investasi, anti-korupsi dan reformasi regulasi.

Baca juga : Dinar Candy, Jomblo Akibat Kena Mental

Menurutnya, aksesi ke OECD bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, dia akan segera melaporkan perkembangan ini kepada Presiden untuk mendapat arahan lebih lanjut.

Sebagai penutup diskusi, Air­langga menyampaikan apresiasi kepada Mathias Cormann atas perannya menghimpun dukungan dari berbagai negara anggota OECD.

“Saya sangat berterima kasih kepada Sekjen Cormann yang telah menggandeng beberapa negara OECD untuk membantu Indonesia,” tuturnya.

Mathias Cormann memuji capaian ekonomi Indonesia dalam beberapa dekade terakhir. Termasuk pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Menurut Cormann, aksesi ke OECD akan semakin mem­perkuat perekonomian nasional dan meningkatkan standar hidup masyarakat Indonesia.

Pihaknya berharap, dengan percepatan proses aksesi ini, Indonesia segera menikmati manfaat penuh dari keanggotaan OECD. Termasuk memperkuat daya saing ekonomi dan menarik lebih banyak investasi global.

Baca juga : Menko Zulhas Kaget Harga-harga Naik

Turut hadir dalam pertemuan ini, Sekretaris Kemenko Pereko­nomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi, Duta Be­sar Indonesia untuk Prancis Mohamad Oemar dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral Ferry Ardiyanto.

Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengatakan, kalangan pengusaha menyambut baik aksesi Indonesia ke OECD.

“Proses aksesi ini membantu Indonesia melakukan reformasi struktural dan institusional untuk menciptakan iklim usaha dan in­vestasi yang lebih kompetitif dan berdaya saing global,” ujarnya.

Menurut Shinta, dengan mengadopsi standar good governance OECD, Indonesia dapat meningkatkan efisiensi birokrasi, daya saing industri dan kualitas tenaga kerja.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense