RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendatangi kantor Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP SB) di Kota Bogor, untuk mengikuti pertemuan dalam rangka persiapan menuju Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Kehadiran Kemenkop melakukan mediasi terhadap permasalahan. Satgas hadir lengkap secara virtual yaitu dari Kepolisian, Kejaksaan, BPKP, PPATK, OJK, Akademisi dan pejabat Kemenkop terkait lainnya.
"Pertemuan dimaksud juga sebagai bagian dari upaya penyelesaian permasalahan yang ada dalam KSP SB," ungkap Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop Herbert Siagian, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (13/2/2025).
Oleh karena itu, Herbert menyarankan bahwa para pihak harus bersabar dalam proses penyelesaian masalah yang terjadi pada KSP SB.
Baca juga : SesKemenkop Tekankan Kop Des Merah Putih Kembangkan Komoditas Unggulan Daerah
"Kami berharap pengurus, pengawas, dan anggota bahu membahu menyelesaikan permasalahan dan harapannya dapat terselesaikan pada waktunya," ucap Herbert.
Herbert mengatakan, bahwa pemerintah saat ini memberi perhatian yang sangat besar bagi perkembangan perkoperasian, sehingga penyelesaian permasalahan KSP SB diharapkan segera terwujud.
"Masalah yang sudah terjadi, menjadi pembelajaran berharga dan KSP SB menjadi semakin kuat dan maju," ujar Herbert.
Pertemuan tersebut dihadiri jajaran pengurus dan pengawas KSP SB, perwakilan anggota, pihak legal, hingga kantor akuntan publik (KAP). Terdapat 10 perwakilan anggota, yaitu perwakilan anggota Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI, Bogor, Save 1, Save 2, Medkom, DPA dan Perekat Nyali.
Baca juga : Atasi Pinjol, Menkop Dan Mendagri Bahas Koperasi Desa Merah Putih Di Ratas
Seperti diketahui, permasalahan KSP SB adalah gagal bayar yang sudah ada putusan hukum berupa penundaan kewajiban pembayaran hutang (PKPU) dengan proses penyelesaian homologasi dari tahun 2021 sampai dengan akhir 2025.
Beberapa catatan penting dalam diskusi pada pertemuan tersebut antara lain terkait kinerja PP KSP SB. Beberapa perwakilan anggota meminta kinerja pengurus dan pengawas KSP SB lebih ditingkatkan mengingat masa homologasi yang memasuki tahun ke-5 atau tahun terakhir.
Selain itu, perwakilan anggota juga meminta PP KSP SB untuk transparan dalam menginformasikan kepada anggota terkait langkah-langkah penyelesaian PKPU dan homologasi.
Menuju persiapan RAT dan sebagai bagian dari penyelesaian masalah, KSP SB menunjuk KAP Anderson & Partners untuk melaksanakan audit forensik yang sudah disepakati antara pengurus, pengawas dan anggota KSP SB.
Baca juga : Rayakan Hari Jadi Ke-3, SeeJontor FC Perkuat Kebersamaan
Audit forensik sedang berlangsung dan akan berakhir Juni 2025 (tiga bulan). Dan hasil audit forensik tersebut akan disampaikan dan menjadi bagian penting dalam RAT yang direncanakan juga akan dilaksanakan pada Juni 2025.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.