BREAKING NEWS
 

Libur Lebaran, Airnav Prediksi Pergerakan Pesawat Naik 4 Persen

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 26 Maret 2025 09:21 WIB
AirNav Indonesia memprediksi pergerakan lalu lintas angkutan udara di Lebaran 2025 akan melonjak sebesar 4 persen tahun lalu. (Ilustrasi Dok. AirNav)

RM.id  Rakyat Merdeka - AirNav Indonesia memprediksi pergerakan lalu lintas angkutan udara di Lebaran 2025 akan melonjak sebesar 4 persen tahun lalu. 

Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro mengatakan, pada Jumat (21/3/2025) pergerakan lalu lintas angkutan udara sudah sekitar 1.000 pergerakan. 

Setio mengungkapkan, puncaknya diprediksi akan terjadi pada Jumat (28/3/2025).

"Kami proyeksikan akan ada kenaikan 4 persen dibandingkan tahun lalu. Namun, puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 28 Maret dan arus balik pada 6 April masih dipengaruhi oleh rendahnya trafik harian yang kami amati," kata Setio di Jakarta, Rabu (26/3/2025). 

Baca juga : Dampak Kebijakan WFA, Pergerakan Penumpang Naik Di Semua Moda Transportasi

Setio menuturkan, pergerakan lalu lintas penerbangan di Jakarta, yang menjadi salah satu patokan utama, masih berada di bawah 1.200 pergerakan harian.

Dalam tiga hari terakhir, jumlah pergerakan harian tercatat hanya sekitar 1.020 hingga 1.040 pergerakan, jauh di bawah angka yang biasanya tercapai pada periode yang sama tahun lalu.

Adsense

"Secara harian, kami memantau bahwa ada beberapa hari dengan trafik yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Ini menjadi perhatian kami, karena pada H-5 ini, Jakarta biasanya sudah berada di angka 1.100 hingga 1.200, tetapi kali ini masih berada di kisaran 1.020 hingga 1.040," ungkapnya. 

Setio menambahkan, penurunan trafik penerbangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi sektor transportasi udara, terutama dalam mendorong kembali minat masyarakat untuk menggunakan pesawat. 

Baca juga : Gubernur Pramono Segera Buka Perekrutan Petugas Gulkarmat Di Jakarta

"Kami berharap agar ke depannya, pihak-pihak terkait dapat bekerja sama untuk mendorong masyarakat agar kembali memilih pesawat sebagai moda transportasi mudik," ujarnya.

Selain itu, Setio juga mewanti-wanti masyarakat akan bahaya balon udara liar yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Karena, kegiatan menerbangkan balon udara marak dilakukan di masa libur Lebaran. 

Menurut Setio, insiden gangguan penerbangan akibat balon udara liar masih sering terjadi di wilayah yang menyelenggarakan festival balon udara. 

Gangguan tersebut berupa penerbangan balon udara yang mencapai ketinggian 330 meter. Ketinggian tersebut merupakan jalur pesawat udara melintas. 

Baca juga : H-10 Lebaran, 325 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta

"Di 2024, kami mendapatkan lebih dari 50 laporan balon udara, dan beberapa laporan ketinggiannya sangat signifikan. Sehingga melewati jalur pesawat dan ini hal yang sangat berbahaya bagi penerbangan," pungkas Setio.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense